About Me

About Me (English)

This translator is nothing more than someone living as a servant to words within a small circle, while juggling college life at a university that still raises the question of whether it truly suits them or not.

From early childhood through early adolescence, they once aspired to become a teacher. Unfortunately, that dream collapsed under the weight of limited cognitive ability that failed to keep up with expectations.

As late adolescence arrived, their life direction took a rather drastic turn. They wanted to become an international pro gamer. This ambition was born from skipping classes and wasting time with friends from the same neighborhood. As with most previous plans, it ended in complete failure.

The reasons were simple and painfully honest: they were too noob, too emotional, and far too often a liability during matches. Insults from teammates and opponents alike became a daily routine.

After leaving school behind, they found a quieter escape in reading fiction and non-fiction. For a brief moment, the idea of becoming a writer surfaced. That dream met the same fate as the others. Canceled. Again.

In the end, this failed writer became a corporate wage slave, and in between it all, translates the novels they read as a form of personal escape.

The novels featured on this blog come purely from stories they personally enjoy and read. The translations are sometimes left almost untouched, raw and unedited, and at other times adjusted and refined as needed—entirely depending on mood.

This blog exists as a place to share reading material, a personal archive, and an outlet for enjoying stories, not as a claim of ownership over any work.

Indonesia, 2020



Tentang Saya (Bahasa Indonesia)

Penerjemah ini hanyalah seseorang yang hidup sebagai budak kata-kata di lingkup kecil, sambil menyambi kuliah di sebuah universitas yang sampai sekarang pun masih dipertanyakan apakah benar-benar cocok dengannya atau tidak.

Sejak masa kanak-kanak hingga awal remaja, ia bercita-cita menjadi seorang guru. Sayangnya, mimpi itu harus kandas karena keterbatasan kemampuan otak yang tidak sanggup mengejar ekspektasi.

Memasuki usia remaja akhir, arah hidupnya sempat berbelok cukup jauh. Ia ingin menjadi pro gamer internasional. Ambisi ini lahir dari kebiasaan membolos dan menghabiskan waktu bersama teman-teman satu lingkungan. Namun, seperti kebanyakan rencana sebelumnya, keinginan itu kembali gagal total.

Alasannya sederhana namun menyakitkan: ia terlalu noob, terlalu baper, dan terlalu sering menjadi beban saat match. Cacian dari rekan satu tim maupun lawan menjadi konsumsi harian yang sulit dihindari.

Setelah melewati masa sekolah, ia menemukan pelarian yang lebih tenang melalui bacaan fiksi dan non-fiksi. Sempat muncul keinginan untuk menjadi penulis. Namun mimpi itu pun bernasib sama. Dibatalkan. Lagi.

Dan pada akhirnya, penulis gagal ini berakhir sebagai budak korporat, dan di sela-selanya, ia menerjemahkan novel-novel yang ia baca sebagai bentuk pelarian.

Isi novel di blog ini murni berasal dari novel-novel yang ia sukai dan ia baca sendiri. Terjemahan yang ditampilkan kadang dibiarkan apa adanya, nyaris tanpa penyuntingan, dan di lain waktu diperbaiki seperlunya—semuanya tergantung suasana hati.

Blog ini dibuat sebagai tempat berbagi bacaan, arsip pribadi, dan pelampiasan kegemaran terhadap cerita, bukan sebagai klaim kepemilikan atas karya apa pun.

Indonesia, 2020