Novel Red Shinigami Chapter 315

Bab 315 – Akhir Cerita

Setelah seluruh negara bawahan tunduk,
dan sisa-sisa perlawanan dihancurkan dengan kekuatan mutlak—
ya, sebagian besar oleh Pu, Pe, dan Pii-chan—
wilayah Kekaisaran Snakes akhirnya benar-benar stabil.

Pada saat itu,
Patrick mengambil satu langkah terakhir
sebagai penguasa benua.

Ia memutuskan untuk
mengirim duta besar
ke kerajaan elf besar di barat.

“Astraia.
Aku titip dua hal:
perjanjian persahabatan
dan perjanjian non-agresi.”

Patrick berbicara tenang
di kediaman lamanya di bekas ibu kota Kerajaan Mental.

“Aku tidak berniat menyerang negeri elf,
dan tidak akan ada diskriminasi.
Kamu punya jalur dengan keluarga kerajaan mereka.
Kamu yang paling cocok.”

Ia tersenyum tipis.

“Sampaikan salamku
pada kakakmu.”

Astraia terdiam sesaat.

“Baginda…
Anda sudah tahu?”

“Tentu,” jawab Patrick ringan.
“Kamu sendiri yang bilang
sihirmu ‘lemah untuk ukuran garis darah’.
Padahal itu sudah jauh di atas rata-rata.”

Ia melanjutkan sambil tertawa kecil.

“Aku minta Ain menyelidiki.
Hasilnya jelas.
Wajahmu cocok sekali
dengan Pangeran Kedua yang melarikan diri
dari Badenrose.”

Astraia menghela napas kecil.

“Baiklah.
Dengan ini aku, Astraia Badenrose,
menerima titah sebagai utusan
Kekaisaran Snakes.”

Patrick berdiri.

“Dengan ini aku mengangkatmu
sebagai Count Astraia von Badenrose,
dan menunjukmu
sebagai Duta Besar Kekaisaran Snakes
untuk Kerajaan Badenrose.”

“Laksanakan.”

“Dengan hormat aku terima.”

Astraia menunaikan tugasnya dengan sempurna.
Kedua perjanjian itu disahkan
sebagai perjanjian permanen.

Ia kemudian menikahi
seorang dark elf perempuan bernama Grace—
wanita yang dulu Patrick selamatkan di pegunungan.

Gadis kecil yang dulu bersama mereka, Noel,
ternyata adalah putri terakhir Kerajaan Solomon
yang dihancurkan oleh Kekaisaran Zabeen.

Puluhan tahun kemudian,
Astraia menikahi Noel yang telah dewasa,
dan wilayah bekas Solomon
berubah menjadi Kerajaan Baden-Solomon,
sebuah negara bawahan Kekaisaran Snakes.

Namun itu adalah
kisah lain di masa depan.

◇◇◇

Satu tahun setelah invasi ke Zabeen—

“Tarik napas…
dorong…!”

Jeritan kesakitan
dan suara tangis bayi
bergema di sebuah ruangan istana.

“Selamat!
Seorang bayi laki-laki yang sehat,
Yang Mulia Permaisuri Sonaris.”

Sonaris menatap anak itu dengan mata berkaca-kaca.

“Rambutnya…
hitam.”

Ia tersenyum
sambil memeluk bayinya.

◇◇◇

Beberapa tahun berlalu.

Empat winged dragon
terbang bebas di langit Kekaisaran Snakes—
Pu, Pe,
dan dua anak mereka.

Rakyat yang melihat bayangan mereka
selalu menunduk penuh syukur.

Pajak diseragamkan.
Beban rakyat berkurang drastis.
Pemberontakan menghilang
bahkan sebelum sempat muncul.

Tak ada yang tahu
Patrick sedang berada di istana yang mana—
dan itu justru menjadi
alat stabilitas terbaik.

Di atas singgasana Kekaisaran Snakes,
seorang pria berambut hitam
menyeruput umeshu madu buatannya sendiri.

“Sudah capek jadi tentara.
Sekarang hidup santai.
Damai.
Tenang.”

Ia tersenyum
melihat anak-anaknya
bermain sambil menabrak tubuh besar Pii-chan,
yang tampak menikmati perhatian itu.

“Ini baru namanya
slow life.”

◇◇◇

Patrick van Snakes,
pendiri Kekaisaran Snakes,
memerintah selama puluhan tahun.

Ia wafat pada usia 80 tahun,
setelah meletakkan fondasi
imperium yang bertahan
lebih dari 1.200 tahun.

Ia meninggalkan
satu putra dan dua putri.

Garis keturunannya
menjadi awal
tradisi penyihir manusia.

Sonaris van Snakes,
Permaisuri Pertama Kekaisaran Snakes.

Penulis terkenal.
Ikon budaya.
Gaya berpakaiannya tak pernah populer,
namun menjadi pakaian resmi keluarga Snakes
selamanya.

Wafat pada usia 70 tahun.

Pii-chan,
penjaga abadi keluarga Snakes.

Tubuhnya tumbuh
hingga lebih dari 50 meter.

Suatu hari,
ia menghilang bersama Pu dan Pe.

Ada yang bilang
mereka muak pada polusi mesin uap.
Ada pula yang bilang
mereka hanya pergi tidur.

Kebenarannya
tak pernah diketahui.

Dan Patrick—

Tak ada lagi yang memanggilnya
Red Death.

Sejak hari itu,
dunia mengenalnya dengan satu nama saja.

Raja yang Menguasai Monster.

Disingkat—

Maou.

転生したら兵士だった?!
〜赤い死神と呼ばれた男〜

TAMAT

Catatan Penulis (dipertahankan, dirapikan)

Terima kasih telah membaca hingga akhir.
Cerita ini selesai di sini.

Mungkin akan ada cerita pendek,
epilog tambahan,
atau bonus buku di kemudian hari.

Jika ada,
itu akan muncul tanpa pemberitahuan.

Sekali lagi—
terima kasih.

— 師裏剣

Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 315"