Novel Red Shinigami Chapter 313

Bab 313 – Kepala Kaisar

Helm tengkorak Patrick
tiba-tiba bergeser beberapa sentimeter ke kiri.

KAAANG—!

Anak panah memantul keras,
berbelok arah,
dan menancap di leher prajurit Zabeen
yang berdiri di belakangnya.

“Apa—!?”
teriak Rick panik.
“Mustahil!
Aku tidak mungkin meleset!”

Ia buru-buru memasang anak panah berikutnya.

(Dewa Kematian, terima kasih.)

Patrick bangkit dari posisi merangkak
dan berlari lurus ke arahnya.

Kukri di tangan kanannya
melayang.

BLUK.

Pisau itu menancap di dada Rick.
Anak panah yang hampir dilepas
melenceng ke arah yang tidak jelas.

Patrick menendang wajah Rick
sekali tanpa ragu.

Lalu ia menoleh.

Dan melihat Rudolf.

“Lihat siapa ini,”
kata Patrick datar.
“Pangeran Ketiga Rudolf.
Katanya diisolasi.
Ternyata masih hidup.”

Rudolf menggertakkan gigi.

“Diam!
Aku melepaskan hak waris
dan bekerja untuk kakakku
demi satu hal—
kesempatan membunuhmu!”

“Bagus,” jawab Patrick.
“Coba saja.”

Ia melepaskan niat membunuhnya.

Rudolf membeku.

“Hi—!”

Kakinya kehilangan tenaga
dan ia terduduk di lantai.

Patrick mendekat,
menendang perut Rudolf sekali
hingga napasnya terhenti,
lalu melempar pedang golok
yang ada di tangan kirinya.

DUG.

Pedang itu menancap di perut Rudolf.

Rudolf berguling kesakitan,
lukanya semakin robek,
darah menggenangi lantai.

Patrick kehilangan minat.

Ia mencabut pedang dari pinggang kirinya
dan menyapu prajurit di sekitarnya satu per satu,
lalu melangkah ke arah singgasana.

“Senang bertemu denganmu,
Kaisar Zabeen,”
kata Patrick tenang.
“Raja Kerajaan Snakes,
Patrick von Snakes.
Aku datang mengambil nyawamu.”

Kaisar berbalik hendak kabur.

Patrick melempar pedangnya—
terbalik.

DUK.

Pedang itu menancap di punggung kaisar.
Ia menjerit dan roboh.

“Ayahanda!”
teriak Nergis.

Patrick menoleh tajam.

“Anakmu?”
katanya dingin.
“Kalau begitu—”

“Tunggu!”
teriak kaisar terengah.
“Takhta ini kuberikan padamu!
Tolong—
jangan bunuh kami!”

Patrick berhenti.

“Mirip sekali,” katanya pelan.
“Ucapan elf, dwarf,
dan beastman
yang kamu bunuh dulu.”

Kaisar terengah tapi masih bicara:

“Mereka bukan manusia!
Manusia adalah penguasa benua ini!
Yang banyak menguasai yang sedikit—
itu hukum alam!”

Patrick mengangguk.

“Masuk akal.”

Wajah kaisar sedikit cerah.

“Bukan?”

“Kukira begitu.”

DUG!

Patrick menendang wajahnya keras.
Pedang di punggung kaisar terlepas.

“Bangsat.”

Kaisar merangkak mendekat,
wajahnya penuh darah.

“Aku masih berguna…
Aku bisa membujuk negara lain…
Nergis juga cakap sebagai perdana menteri
dan jenderal…”

Patrick melangkah mendekat.

“Aku tidak memelihara
ular berbisa
di dekat leherku.”

“Kalau begitu—
anak perempuanku!
Masih dua belas!
Kecil, belum berkembang—
itu seleramu, kan!?”

Patrick membeku satu detik.

“Jangan samakan aku dengan sampah sepertimu.”

BAM!

Tendangan melingkar
menghantam leher kaisar.

Tubuhnya terlempar
dan jatuh tepat di depan Nergis.

Nergis menjerit,
menarik pedang,
dan menyerang membabi buta.

Patrick menghindar.
Nergis terpeleset
dan terjatuh tengkurap.

Patrick menghantam kepalanya
dengan sepatu berlapis baja.

DUG.

Tubuh Nergis kejang
lalu diam.

“Bajingan!!”
teriak kaisar yang bangkit dengan sisa tenaga,
menarik belati kekaisaran
dan menyerang.

Patrick menangkap lengannya,
menarik tubuh kaisar ke depan,
lalu membanting dengan satu bantingan bersih.

DUUM.

Belati terlepas.

Patrick mengambil belati itu,
melangkah mendekat,
dan menusukkannya ke tenggorokan kaisar.

Darah mengalir.

Patrick menatapnya dingin.

“Ngomong-ngomong,”
gumamnya,
“kalau aku bawa pulang selir,
Sona bakal membunuhku.
Aku baru saja memilih hidup.”

Tidak ada yang mendengar.

Karena di ruang singgasana itu—

yang masih hidup
hanya Patrick.

Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 313"