Novel Red Shinigami Chapter 311
Bab 311 – Wajah Sombong
Patrick menghapus keberadaannya
dan mendekati dinding kastel.
Ia berjalan perlahan
sambil memotong tenggorokan prajurit
yang kebetulan berada di jalurnya.
Tidak terburu-buru.
Tidak ragu.
Zirahnya sudah lama
merah oleh darah.
Namun tak seorang pun menyadari kehadirannya.
Seolah tanah tempat itu
memang sejak awal
berwarna merah.
Sampai di gerbang utama kastel,
Patrick berhenti.
Gerbang besi tertutup rapat.
Ia melirik ke samping.
Pintu samping—
besi juga.
Tidak bisa dibakar.
Yang membuatnya kesal justru hal lain.
Beberapa prajurit Zabeen yang terluka
merangkak kembali ke gerbang
sambil berteriak minta dibukakan.
Namun dari dalam,
tidak ada jawaban.
Gerbang tetap tertutup.
Patrick mengernyit.
Mereka bertarung untuk negara,
pulang terluka,
lalu ditolak masuk.
Ia mendecak pelan.
“Kalau cuma bisa memerintah
tanpa menghargai nyawa prajurit,
jangan berharap mereka bertarung mati-matian.”
Ia berjalan menyusuri dinding kastel.
Sekali putaran penuh—
tidak ada celah masuk.
Namun waktu yang ia habiskan
cukup bagi Tentara Kerajaan Snakes
untuk melumpuhkan pasukan luar kastel.
Sebagian besar kerja itu, tentu saja,
Pii-chan.
Pasukan Snakes menunggu
di luar jangkauan hujan panah.
“Tuan!
Hampir semua sudah beres!”
Pii-chan muncul,
tubuhnya dipenuhi anak panah
yang menancap seperti hiasan.
Ia tidak terlihat kesakitan.
Malah tampak geli.
“Kerja bagus,” kata Patrick.
“Aku justru bingung.
Tidak ada jalan masuk.”
“Kalau begitu—
serahkan padaku!”
Pii-chan langsung melesat
ke arah gerbang utama.
Di sana,
para prajurit Zabeen yang terluka
masih berkumpul.
BRAK.
Tubuh raksasa itu
menghantam gerbang—
bukan hanya gerbang,
seluruh bagian dinding di sekitarnya runtuh.
Gerbang tidak terbuka.
Ia hancur.
“Tuan!
Sudah terbuka!”
Pii-chan menoleh dengan
wajah paling sombong
yang pernah ia tunjukkan.
“Hebat,” jawab Patrick singkat.
“Kalau ini disebut terbuka,”
gumam Wiley dari belakang,
“aku tidak mau tahu
apa arti ‘dirusak’.”
Patrick menoleh ke pasukan.
“Prioritas kita melumpuhkan,
bukan membunuh.
Jangan memaksa masuk.
Masuk setelah Pii-chan lewat.”
Ia berjalan ke dalam.
Pii-chan memanjat tangga bagian dalam dinding,
mengaitkan sisiknya dengan presisi aneh.
Prajurit Zabeen yang jatuh dari atas
jatuh bergelimpangan.
Wiley dan pasukan turun dari kuda
dan bergerak ke pintu masuk kastel.
Mereka tidak tahu—
Patrick sudah lebih dulu berada di dalam.
Patrick mengenakan mantel hitam
di atas zirah mencoloknya.
Ia bergerak perlahan
menyusuri lorong kastel
mencari ruang singgasana.
“Kastel ini terlalu besar,”
gumamnya.
“Punyaku saja
tidak sampai sepertiganya.”
Ia berbelok beberapa kali.
Akhirnya menemukan lorong
yang dijaga ketat.
Patrick mengeluarkan botol kecil,
mengoleskan cairan di dalamnya
ke pedang golok
dan kukri.
Lalu ia berlari.
Tanpa suara.
Ia melewati barisan penjaga,
meninggalkan goresan ringan
di tubuh mereka.
Awalnya hanya perih kecil.
Lalu—
jeritan.
Racun bekerja.
Penjaga lorong
roboh satu per satu.
Penjaga ruang singgasana
baru menyadari ketika
darah sudah menyembur.
“Penyusup!”
Teriakan itu belum selesai—
kepala penjaga terpenggal.
“Dia ada di dalam!
Cari!
Dingin ini—
ini dia!
Raja Snakes!
Rick, temukan dia!”
Rudolf berteriak.
Pria yang dipanggil Rick
langsung mengangkat busur kecil
dan menembakkan anak panah
tanpa ragu.
Rick—
mantan perampok yang dulu selamat
dari tangan Patrick.
Ia selalu membanggakan diri:
akulah satu-satunya
yang bisa menemukan Raja Snakes.
Anak panah itu
melaju lurus
menuju mata kanan Patrick.
Patrick melihatnya.
Terlambat.
Tubuhnya tidak siap
untuk menghindar.
Sudah tidak cukup waktu.
(Ah—mati.)
Namun pada saat itu—
jantungnya berdentum keras.
Satu hentakan
yang terasa sampai ke telinga.
Pandangan Patrick—
gelap.
Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 311"
Post a Comment