Novel Red Shinigami Chapter 303
Bab 303 – Sebelum Pecah Perang
Waktu diputar sedikit ke belakang.
Kabar berdirinya Kerajaan Snakes
sampai ke Kekaisaran Zabeen
melalui jalur yang sangat masuk akal—
pedagang.
Para intel Zabeen menyamar sebagai saudagar,
menyusup bersama rombongan pedagang
yang berdagang bahan pangan
antara Kerajaan Mental dan wilayah barat.
Bagi Zabeen,
mendapatkan sedikit saja makanan
sudah sangat berharga.
Mereka memang sedang terdesak.
“Dengan demikian,”
lapor seorang bawahan kepada kaisar,
“Kerajaan Mental terbelah.
Ada kemungkinan Mental dan Snakes
akan terlibat perang.
Kabarnya,
sebagian bangsawan Mental
bahkan mendesak rajanya
untuk menyerang Snakes lebih dulu.”
Kaisar Zabeen mendengarkan
dengan wajah santai.
“Kalau begitu,” katanya sambil tersenyum,
“kita tinggal memilih.
Menyerang bersamaan saat mereka perang,
atau menunggu sampai salah satu menang
dan kehabisan tenaga.”
Ia menepuk sandaran kursi.
“Perjanjian non-agresi
kita buat dengan Mental,
bukan dengan Snakes.
Artinya,
kita bebas menyerang kapan saja.”
Ia tertawa kecil.
“Kalaupun Mental menang,
mereka pasti lemah saat perjanjian berakhir.
Itu kesempatan kita
merebut kembali tambang perbatasan.”
Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan,
“Oh, dan karena wilayah itu
juga penghasil gandum—
serang setelah panen.
Lebih menguntungkan.”
“Benar,” sahut bawahannya.
“Lebih baik merebut makanan.
Kalau lahan pertanian dijaga,
hasil panen berikutnya juga bisa kita nikmati.”
“Jangan ulangi kegagalan sebelumnya,”
kata sang kaisar.
“Kali ini harus bersih.”
Dengan keputusan itu,
Zabeen memperbanyak pengawasan
terhadap Mental dan Snakes.
Pedagang diberi uang
untuk mengumpulkan kabar.
Intel resmi juga dikirim.
Namun hasilnya mengecewakan.
Sebagian besar laporan pedagang
justru berbunyi seperti ini:
“Kalau dibandingkan,
berdagang dengan Snakes
lebih menguntungkan.”
“Pajak mereka jauh lebih ringan.”
“Dan ada peluang besar
mendapatkan alkohol Snakes.”
Para pedagang Zabeen
tidak menyukai pajak tinggi kekaisaran mereka sendiri.
Bagi para intel yang berharap pada laporan pedagang,
itu jelas salah perhitungan.
Namun bagi para agen lapangan yang jarang bergerak,
kebodohan itu justru menyelamatkan nyawa.
Karena agen yang rajin bergerak—
sudah lebih dulu menghilang dari dunia ini.
“Berapa hari ini?”
tanya Ain dengan nada datar.
“Delapan,”
jawab bawahannya singkat.
“Percuma,” kata Ain tenang.
“Mencuri informasi dari negeri ini
tidak mungkin.
Bukan selama kita ada.”
Wajahnya tidak berubah.
Beberapa hari kemudian,
markas komando Zabeen menerima laporan lain.
“Banyak kereta besar
lalu-lalang di benteng Snakes.”
Laporan itu disampaikan ke kaisar.
“Kereta besar?”
ulang sang kaisar.
“Ya. Hampir setiap hari.”
“Persediaan musim dingin,”
kata kaisar tanpa ragu.
“Sebentar lagi salju turun.
Mereka hanya memindahkan gandum.”
Ia melirik bawahannya.
“Dari para intel,
tidak ada laporan lain?”
“Tidak ada yang menonjol.”
“Kalau begitu, abaikan.
Kalau yang masuk kuda dalam jumlah besar,
itu baru tanda serangan.”
Ia berpikir sejenak.
“Meski begitu,
geser sedikit pasukan ke timur.
Kalau Mental dan Snakes benar-benar perang,
kita mungkin ikut masuk.”
Dengan satu kalimat itu,
masalah dianggap selesai.
Kaisar Zabeen tidak tahu.
Pedagang yang melapor
tidak pernah menyebutkan ukuran kereta.
Bahwa itu kereta
yang mampu membawa banyak kuda sekaligus.
Dan yang lebih penting—
bahkan tanpa kuda,
Pasukan Racun Ular
bisa berlari sehari semalam penuh
tanpa henti.
Kesalahan kecil.
Konsekuensi besar.
Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 303"
Post a Comment