Novel Red Shinigami Chapter 283

Bab 283 – JJ (2)

“Snakes-chūjō!”

Melihat tubuh Johan tergeletak di lorong—
dan sosok pria yang berdiri di belakangnya—
JJ membelalakkan mata dan berteriak refleks.

Di tangan kanan Patrick,
pedang kesayangannya masih meneteskan darah.

“Tenang,” kata Patrick datar.
“Suaramu terlalu besar.”

Ia melangkah mendekat.

“JJ.
Kalau kamu berpihak pada Putra Mahkota William,
buka pintu itu sekarang.”

Patrick menoleh ke pintu di samping mereka.

“Aku tunggu tiga detik.”

JJ tersentak.

Ia berlutut cepat,
merogoh saku Johan yang sudah tak bernyawa,
mengambil kunci,
lalu memasukkannya ke lubang kunci dengan tangan gemetar.

Klek.

“Pilihan yang masuk akal,”
kata Patrick.

Ia menyarungkan pedangnya ke pinggang kiri,
memutar kenop,
dan membuka pintu.

Di dalam ruangan sempit dan sederhana itu
ada seorang anak laki-laki sekitar lima tahun
dan seorang pelayan wanita.

Cahaya lilin kecil di atas meja
menerangi ruangan dengan redup.

Anak itu tidur di ranjang kecil yang kasar.
Pelayan wanita tertidur di kursi,
tubuhnya condong ke arah ranjang.

Mereka tidak terbangun.

“Pelayan itu orang Ganache?”
tanya Patrick pelan.

“Bukan,” jawab JJ cepat.
“Dia ikut dari keluarga Gibbs.”

Patrick mengangguk.

“Kalau begitu,
dua-duanya ikut.”

Ia menatap mereka sejenak, berpikir.

Lalu menoleh ke JJ.

“Masih ada orang lain di rumah ini
yang enggan mengikuti Ganache?”

JJ menelan ludah.

“Sebagian besar, Tuan.
Banyak yang ikut karena terpaksa.”

“Hm.”
Patrick mengangguk kecil.
“Bagus.”

Ia menatap JJ lurus.

“Kumpulkan mereka.
Bawa kabur sekarang.”

JJ terkejut.

“E—eh?
Kalau dua orang ini—?”

“Lewat udara,”
jawab Patrick singkat.

JJ terdiam sepersekian detik,
lalu bertanya cepat,

“Berapa lama waktu yang bisa kami dapat?”

Patrick mengangkat alis.

“Kamu butuh berapa?”

“Dua puluh menit—
tidak, lima belas menit saja sudah cukup!”

“Baik.”
Patrick mengangguk.
“Lima belas menit.
Tapi dengar baik-baik.”

Ia mencondongkan badan sedikit.

“Kalau ketahuan,
waktu itu hangus.”

Patrick melanjutkan dengan nada praktis,

“Aku akan panggil Puu untuk menjemput dua orang ini.
Begitu dia turun,
itu tanda batas waktumu habis.”

“Tujuan kaburmu—
Angkatan Kedua atau Angkatan Kedelapan.
Kibarkan bendera putih dan menyerah.”

JJ menegakkan badan
dan memberi hormat dalam.

“Siap!”

Ia berbalik dan langsung berlari keluar ruangan.

Patrick menatap pintu yang menutup di belakangnya.

“…Cepatlah,”
gumamnya pelan.

Entah JJ mendengarnya atau tidak—
Patrick tidak peduli.

Ia hanya berdiri di sana,
menjaga dua sandera yang masih tertidur,
sementara waktu terus berjalan.

Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 283"