Novel Red Shinigami Chapter 277

Bab 277 – Nick

Begitu tiba di markas rahasia Dark Snake Squad,
Nick langsung menyiapkan kuda yang disembunyikan di sana.

Tujuannya jelas—
selatan ibu kota.

“Kalau Tuan sedang bergerak,
kemungkinannya antara Dixon atau Kanaan,”
gumamnya sambil menaiki pelana.
“Melihat situasi sekarang…
Dixon lebih masuk akal.”

Ia menekan perut kuda dengan kedua tumitnya.

Kuda itu langsung melesat,
menembus gerbang ibu kota
dan masuk ke jalan raya.

Nick berkendara tanpa tidur.

Ia menggigit rations lapangan khas tentara Snakes
sambil meneguk air dari kantong minum.
Hanya berhenti saat kuda perlu istirahat—
lalu kembali memacu.

Malam dan siang berlalu tanpa beda.

Dua hari kemudian,
Nick akhirnya tiba di Wilayah Dixon.

Ia langsung menuju kediaman Marquis Dixon
dan berbicara pada penjaga gerbang.

“Nick,
anggota Dark Snake Squad
keluarga Margrave Snakes.
Apakah Tuan sedang berada di sini?”

Penjaga menggeleng hormat.

“Margrave Snakes sedang tidak berada di tempat.
Namun Baron Van Pelt sedang menginap.
Perlu aku panggilkan?”

“Mohon,” jawab Nick singkat sambil menunduk.

Penjaga masuk ke dalam.
Tak lama kemudian,
Van Pelt muncul.

“Oh?
Nick, ya,” katanya sambil tersenyum.
“Kerja bagus.
Tuan memang tidak ada.
Kamu mau menunggu di sini?”

Nick tidak menjawab pertanyaan itu.

“Tuan berangkat ke arah mana?”
tanyanya langsung.

“Sejujurnya aku tidak tahu,”
jawab Van Pelt.
“Beliau naik Puu dan terbang begitu saja.”

“Kapan?”

“Dua hari lalu.”

“Kalau begitu,” kata Nick cepat,
“izinkan aku menunggu di sini.
Aku akan menembakkan panah sinyal khusus secara berkala.
Kalau Puu sedang terbang di sekitar,
dia pasti menyadarinya.”

Van Pelt mengangguk.

“Ah, panah yang tidak terdengar itu.”

“Benar,” jawab Nick.
“Tidak terdengar oleh manusia atau elf,
tapi naga pasti mendengarnya.”

“Lebih efisien daripada kamu keliling tanpa arah,”
kata Van Pelt.
“Turun dulu.
Istirahat sebentar.
Wajahmu parah sekali.”

“Aku belum bisa tidur,” jawab Nick tegas.
“Pesan dari Mulder-sama harus kusampaikan langsung.”

“Kalau begitu,
setidaknya makan,”
desak Van Pelt.

Nick mengangguk kecil.

“Rations memang bergizi,
tapi rasanya… ya begitu.
Makanan hangat akan sangat membantu.”

“Setuju,” gumam Van Pelt.
“Bikin haus pula.”

Nick menembakkan panah sinyal ke udara
setiap satu jam.

Panah keempat—

dua puluh menit setelah dilepaskan,
udara bergetar.

Suara robekan angin terdengar,
dan Winged Dragon hitam legam
turun ke halaman kediaman Dixon.

◇◇◇

“Begitu…
kediaman Baron Curial di timur, ya.”

Patrick menyimpulkan laporan Nick
dengan nada tenang.

“Ya,” jawab Nick.
“Itu informasi dari Marquis Gibbs.
Karena nyawa cucunya dipertaruhkan,
kemungkinan besar tidak bohong.
Namun belum ada verifikasi lanjutan.
Mulder-sama meminta agar laporan disampaikan segera.”

Patrick mengangguk.

“Baik.
Kalau begitu urutannya jelas.”

Ia melompat naik ke punggung Puu.

“Pertama, selamatkan Alicia, Permaisuri Ketiga.
Setelah itu,
baru cucu Gibbs.”

Ia menoleh ke Nick.

“Kamu tetap di sini.”

Nick menegakkan badan.

“Siap!”

“Dan sekarang—tidur,”
tambah Patrick dengan nada tidak bisa ditawar.
“Perintah.”

“…Siap!”

Patrick mengangguk sekali,
lalu Puu mengepakkan sayapnya.

Dalam sekejap,
bayangan Winged Dragon
menghilang ke arah timur.

Nick akhirnya mengendurkan bahunya.

Misi tersampaikan.
Estafet berpindah tangan.

Dan sekarang—

urusan selanjutnya
bukan lagi miliknya.

Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 277"