Novel Red Shinigami Chapter 268
Bab 268 – Pengecut
“Baik,” kata Patrick dengan wajah puas.
“Selesai satu urusan.”
“Tunggu dulu!”
Anthony langsung menyela.
“Kau mau bagaimana dengan negara ini!?”
Nada suaranya terdengar seperti orang yang baru sadar
dirinya baru saja dipaksa naik panggung tanpa naskah.
Patrick menoleh santai.
“Ya kamu yang jadi raja, Anthony.
Tentu saja dengan satu syarat—
kamu tidak menentangku.”
Anthony melirik tali yang mengikat tubuhnya ke batang kayu.
“Dalam kondisi diikat begini,
aku juga tidak punya opsi untuk menentang apa pun.”
“Justru itu,” jawab Patrick ringan.
“Artinya kamu harus menerima.”
Anthony mendesah panjang.
“Cara berpikirmu busuk.”
“Jangan dipuji begitu,” kata Patrick sambil tersenyum.
“Aku bisa salah tingkah.”
“Aku tidak memuji.”
Patrick mengangkat bahu.
“Ya sudahlah.
Jadi bagaimana?
Terima syaratku,
atau mati sekarang?”
Anthony menegang.
“Kau janji akan mengampuni para prajurit.”
“Kamu bukan prajurit,” balas Patrick cepat.
“Kamu keluarga kerajaan.”
“Itu logika sesat!”
bentak Anthony.
“Aku Letnan Jenderal Tentara Plum!
Aku ini prajurit aktif!”
“Mungkin,” jawab Patrick datar.
“Tapi kamu tetap bangsawan.
Dan dari sudut pandangku,
itu yang lebih relevan.”
Anthony menggertakkan gigi.
“…Sial.
Aku tidak merasa bisa menang,
dan aku juga tidak ingin mati.”
Ia mengalihkan pandangan.
“Baik.
Aku terima.”
Patrick tersenyum puas.
“Pilihan cerdas.”
“Diam!”
Anthony berteriak frustrasi.
“Pengecut!”
“Sudah kubilang jangan memujiku,” jawab Patrick santai.
“Aku jadi malu.”
“AKU TIDAK MEMUJI!!”
Teriakan Anthony menggema sia-sia di udara.
◇◇◇
Beberapa jam kemudian—
Di benteng selatan,
Kolonel Kubes akhirnya duduk setelah semua urusan selesai.
Wilson—mantan Mayor Jenderal—
sudah dikurung di penjara bawah tanah.
Benteng kembali tenang.
“…Menurutmu,” gumam Kubes pelan,
“sekarang Kerajaan Plum sedang bagaimana?”
Seorang prajurit di sampingnya menjawab ragu,
“Kalau Winged Dragon sudah turun tangan…
bahkan pasukan elite Plum pun
rasanya tidak bisa berbuat apa-apa.”
“Bukan itu maksudku,” kata Kubes pelan.
“Yang kupikirkan…
apakah negeri itu masih ada.”
Ia menatap kosong ke depan.
“Winged Dragon adalah monster kelas bencana.
Tidak aneh kalau satu negara
lenyap begitu saja.”
Ia menghela napas berat.
“Aku hanya berharap…
kalau memang harus hancur,
setidaknya rakyat biasa
tidak ikut menderita.”
Prajurit itu mengangguk.
“Memang…
dengan sifat Snakes-chūjō,
sulit membayangkan beliau
akan berbaik hati.”
“Benar,” jawab Kubes lirih.
“Mataku sampai terbuka lebar
sementara kesadaranku menghilang.
Seumur hidup baru kali ini aku mengalaminya.”
“Snakes-chūjō mengira Kolonel tidur,”
kata prajurit itu sambil tersenyum kecut.
“Apa?”
Kubes langsung membentak.
“Mana mungkin aku bisa tidur
di tengah jeritan seperti itu!”
“Julukan ‘Batu Karang Kubes’
akhirnya runtuh, ya.”
“Hah,”
Kubes mendengus.
“Bukan runtuh.
Itu trauma.”
Ia terdiam sejenak, lalu berkata pelan,
“Julukan ‘Dewa Kematian’
ternyata bukan sekadar ancaman kosong.”
Prajurit itu mengangguk perlahan.
Tidak ada yang tertawa.
Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 268"
Post a Comment