Novel Red Shinigami Chapter 264

Bab 264 – Pee, Serang

Itu bukan sekadar Winged Dragon.

Ia mengenakan zirah.

“Na—apa itu!?”
teriak komandan ras singa tanpa sadar.

Seolah menjawab teriakannya,
sebuah suara menggema dari langit.

“Letnan Jenderal Tentara Kerajaan Mental!
Komandan Angkatan Kedua dan Kedelapan!
Patrick von Snakes berbicara!”

Dua sosok raksasa melayang tinggi.

“Kepada Tentara Kerajaan Plum.
Jika kalian melanjutkan pergerakan,
aku akan menganggapnya sebagai pelanggaran wilayah
dan menyerang.
Segera berbalik arah!”

Suaranya datar, tanpa emosi.

“Kuulangi. Segera berbalik arah.
Jika peringatan ini tidak dapat diterima,
lanjutkan saja pergerakan kalian.
Aku akan menganggap perjanjian persahabatan batal,
dan dalam lima menit
serangan akan dimulai.”

Setelah mengatakan itu,
Patrick von Snakes menghilang bersama dua Winged Dragon
ke ketinggian yang lebih tinggi.

Keheningan sesaat menyelimuti hutan.

“Winged Dragon…!?”
teriak sang komandan singa.
“Tidak ada laporan soal ini!”

“Yang Mulia!”
seorang prajurit bertanya tergesa.
“Bagaimana perintah selanjutnya?”

Komandan menggertakkan gigi.

“Perintah Raja jelas.
Menobatkan MacLaine sebagai raja Mental
dan menerima Putri Kedua sebagai jaminan.
Kalau kita pulang tanpa hasil,
yang menunggu kita hanyalah hukuman.”

Ia menatap pasukannya.

“Kita lanjut.”

“Kalau begitu, kita menyebar?”
“Dua ekor tidak mungkin menghabisi semuanya.”

“Benar,” jawabnya cepat.
“Sebar dan terobos!
Masuk secepat mungkin!”

Perintah diberikan.
Pasukan bergerak.

“Aduh,” gumam Patrick dari langit
sambil mengamati lewat teropong
yang dibuat khusus oleh para dwarf.

“Sudah diperingatkan,
malah memilih mati.”

Ia menurunkan teropong.

“Pee, mulai serangan.
Lakukan sesukamu.”

“Gigi.”

Tanduk di kepala Pee menyala biru pucat.

Udara di sekitarnya bergetar.

Dalam sekejap,
ratusan—tidak, ribuan—panah es
terbentuk di sekeliling tubuhnya.

Tak ada aba-aba.

Hujan es itu jatuh serempak.

Sebagian terhalang pepohonan,
sebagian menembus celah-celah hutan
dan menghantam tanah.

Pasukan beastman berlari menunduk,
mata mereka tertuju ke depan.
Tak seorang pun menatap langit.

Panah-panah itu menembus tubuh.

Satu.
Dua.
Puluhan.
Ratusan.

Jumlah korban melonjak dalam hitungan detik.

Jeritan dan rintihan
naik dari bawah.

Patrick dan Puu mendengarnya—
dan tidak bereaksi.

Pee sudah bergerak.

Ia menurunkan ketinggian
dan terbang rendah di sepanjang garis depan,
menyemburkan air dari mulutnya.

Seperti semprotan pemadam kebakaran.

Air itu tampak tidak berbahaya.
Tak ada yang menghindar.

Lalu—

seekor beastman ras monyet
jatuh dari pohon.

Pakaiannya memutih.

Saat tubuhnya menyentuh tanah,
ia pecah
seperti balok es yang dibanting.

Itu menjadi tanda.

Dalam sekejap,
beastman-beastman lain membeku di tempat.
Tubuh.
Tanah.
Pepohonan.

Hutan itu berubah menjadi
ladang es.

Pernah ada bangsawan yang menyebut Winged Dragon
sebagai monster kelas bencana.

Sekarang,
definisi itu terasa terlalu ringan.

Ini bukan serangan.

Ini bencana alam.

Patrick menoleh ke Puu.

“Puu,” katanya pelan.
“Menurutmu Pee sedang marah?”

“Grrr.”

“Padahal aku merasa
kita sudah cukup sering bermain.”

“Gyu…”

Patrick menghela napas kecil.

“Baiklah.
Sepertinya kita memang sebaiknya
tidak menentang Pee.”

Ia menunjuk ke bawah.

“Sekarang…
kita tangkap yang paling kelihatan berkuasa.”

Tatapannya terkunci pada
seorang beastman berzirah emas.

“Puu.
Ambil yang berwarna emas itu.”

“Gyaaa!”

Puu menurunkan ketinggian
dan melesat ke arah target.

Di bawah sana,
perlawanan sudah berakhir.

Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 264"