Novel Red Shinigami Chapter 246
Bab 246 – “Ahahaha”
Sudah sekitar satu bulan sejak volume pertama dirilis.
Versi buku dan versi web memiliki beberapa perbedaan isi.
Semoga perbedaan itu bisa dinikmati sebagai pengalaman tersendiri.
Bagi yang belum membaca versi cetaknya—
silakan. Saya sangat berterima kasih.
Di suatu wilayah—
sebuah rumah bangsawan besar hampir rampung dibangun.
Struktur luarnya telah selesai.
Yang tersisa hanyalah penyelesaian interior.
“Cepat sekali pembangunannya,”
kata seorang baron sambil menatap bangunan itu dengan kagum.
“Para pengrajin dari wilayah Margrave Snakes itu… benar-benar monster.”
Pelayan pribadinya mengangguk, lalu bertanya hati-hati,
“Karena pengerjaannya singkat, biaya totalnya malah lebih murah.
Namun… apakah tidak masalah, Tuanku?
Anda membelot dari aliansi lama dan masuk ke kubu Margrave Snakes.
Beberapa rumah sudah mengirimkan surat pemutusan hubungan.”
“Biarkan!”
baron itu tertawa keras.
“Dibandingkan kumpulan baron lemah itu,
kubu yang didukung bangsawan kuat jauh lebih menguntungkan!”
Ia menyilangkan tangan dengan bangga.
“Lagipula, aku memang sebelumnya berada di kubu kerajaan yang netral.
Sekarang aku hanya berpindah ke pihak Putra Mahkota—
dan sekaligus menjadi bagian dari kubu yang menerima Margrave Snakes.”
Ia menyeringai puas.
“Dan berkat Margrave Snakes yang secara pribadi menjamin suplai alkohol,
para dwarf sudah kembali bekerja.
Semua berjalan sempurna!”
Ironisnya—
pria ini adalah bangsawan yang dari awal merupakan loyalis kerajaan.
Ia dianugerahi gelar viscount rendah oleh keluarga kerajaan,
dan naik menjadi baron berkat jasa di pemberontakan sebelumnya.
Sikap “netral” yang dulu ia klaim
hanyalah hasil kebimbangan—
dan kebenciannya pada kenyataan bahwa
seorang pria yang lebih muda darinya
berhasil naik menjadi margrave.
Namun sekarang—
ia memanggil Patrick dengan sebutan Yang Mulia,
dan bersikap seolah-olah sejak awal berada di pihak Snakes.
Sungguh, perubahan sikap yang luar biasa cepat.
Demi mendapatkan kembali tenaga dwarf,
baron itu bahkan datang langsung ke wilayah Snakes,
menghadap Patrick secara pribadi,
lalu memohon sambil menawarkan
paket pengrajin + suplai alkohol.
Bangsawan wilayahnya sendiri yang menundukkan kepala.
Pada titik itu,
niat menjilatnya sudah tidak bisa disangkal lagi.
“Lalu bagaimana dengan rumah-rumah lain?”
tanya seseorang.
Perlu ditanya?
Baiklah.
Rumah-rumah bangsawan yang tetap berada di kubu anti-Snakes
mengalami nasib yang jauh berbeda.
Tanpa alkohol, para dwarf tidak mau menetap.
Dan karena Serikat Pedagang Pangan kini sepenuhnya berada di bawah kendali Mulder,
suplai makanan ke wilayah mereka pun perlahan dikurangi.
Penduduk mulai tidak puas.
Bukan para petani—
melainkan pengrajin, pedagang, dan buruh—
orang-orang yang menggerakkan ekonomi wilayah.
Mereka pergi satu per satu.
Yang tersisa hanyalah:
wilayah luas,
pajak tinggi berdasarkan luas tanah,
dan penguasa yang tidak mampu membayar apa pun.
Dengan kondisi seperti itu,
melawan Patrick hanyalah angan kosong.
Sebagai catatan—
sebagian besar penduduk yang melarikan diri
akhirnya bermukim di Wilayah Margrave Snakes.
Alasannya sederhana.
Entah kenapa,
selalu ada kereta besar gratis
yang kebetulan lewat dan bersedia mengantar mereka ke sana.
Sungguh kebetulan.
Kemudian datanglah lintah darat.
Bunga to-ichi—
satu puluh persen setiap sepuluh hari.
Utang yang tidak mungkin dilunasi
hanya akan terus membengkak.
Semuanya berjalan
tepat seperti yang direncanakan seseorang.
“Pembangunan rumah Baron Holsey sudah selesai?” tanya Patrick.
Seorang dwarf—kepala proyek pembangunan—membungkuk.
“Sudah, Tuanku.
Bangunan selesai sesuai jadwal.
Dan… mekanisme tambahan juga sudah dipasang sempurna.”
Santino, kepala pelayan utama, mengerutkan kening.
“Mekanisme tambahan, Tuanku?”
“Oh, itu,” jawab Patrick santai.
“Kalau dia berkhianat,
cukup hancurkan satu batu tertentu dengan palu.”
Ia tertawa ringan.
“Katanya, seluruh rumah akan runtuh secara struktural.”
“Ahahaha!”
Santino menatap tuannya, lalu tersenyum tipis.
“Seperti biasa, Tuanku…
benar-benar tanpa ampun.”
Patrick masih tertawa.
Dan di balik tawa itu—
tidak ada satu pun orang yang ragu.
Berlindung di bawah Snakes berarti aman.
Namun berkhianat—
berarti
tidak akan ada tempat untuk berdiri.
Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 246"
Post a Comment