Novel Red Shinigami Chapter 234

Bab 234 – Diculik?

Patrick dan rombongannya kembali ke Wilayah Snakes.

“Tuannn~ pulang~!”

Suara nyaring terdengar dari atas menara pengawas.

Patrick mendongak.
Yang ia lihat adalah Kusnatts, mengenakan perlengkapan tempur prajurit keluarga Snakes, berdiri tegap sambil melambaikan tangan.

“Oy! Cocok juga perlengkapannya!” teriak Patrick.
“Yang rajin jaga, ya!”

“Tentu saja, Tuanku~!”
Kusnatts memberi hormat dengan semangat.

Patrick menyeringai.

“Kalau ketahuan malas, aku ikat lagi di menara.”

“Jangan itu, Tuanku—!!”

Teriakan Kusnatts terdengar nyaris putus asa.

Patrick melambaikan tangan santai, lalu masuk ke dalam kediaman.

Di dalam, Patrick langsung bertemu Santino dan menyampaikan niatnya.

“Aku mau mempekerjakan dua Dark Elf.”

Santino mengangguk, lalu bertanya tenang,

“Mempekerjakan tidak masalah.
Namun, apa pertimbangan Anda?”

“Di wilayah kita sudah ada elf dan beastman,” jawab Patrick.
“Dark Elf belum ada, kan?”

“Benar. Mereka memang ras minoritas.”

“Nah, itu dia,” kata Patrick santai.
“Kita dikenal tidak membedakan ras.
Menambah Dark Elf itu bagus buat citra—
Snakes: meritokrasi, bukan rasisme.
Promosi gratis.”

“…Masuk akal.”

“Lagipula,” lanjut Patrick,
“kalau mereka dibiarkan di hutan itu, cepat atau lambat bakal mengganggu operasi militer.
Ada air, ada tempat sembunyi—lokasi ideal buat masalah.”

Santino mengangguk pelan.

“Untuk sementara, posisi sebagai pelayan dan petugas kebersihan?”

“Terserah,” jawab Patrick.
“Dengar dulu apa yang bisa mereka lakukan, baru tentukan.
Urusan itu aku serahkan padamu.”

“Baik, Tuanku.”

Santino membungkuk.

Patrick baru melangkah pergi ketika—

ssshh—

Sesuatu yang lembut, dingin, dan licin melilit seluruh tubuhnya.

“Oi, Pi-chan, aku pulang—
eh, tunggu, tunggu!
Kamu mau bawa aku ke mana?!”

Masih dalam keadaan terbelit, Patrick diseret pergi.

Suara protesnya menggema di lorong.
Para pelayan yang melihatnya hanya bisa tersenyum kecut.

“Ah… diculik lagi,” gumam seseorang.

Patrick diseret ke sebuah ruangan besar.

Di sana—
telur. Banyak sekali telur.

“…Ah,” gumam Patrick.
“Jangan bilang… sudah waktunya?”

Ia menatap Pi-chan.

Pi-chan mengangguk keras, berulang kali.

“Oy! Ada orang?” teriak Patrick.

“Siap, Tuanku!”
Seorang pria berlari datang.

Dialah Gars—penjaga sekaligus pengurus makhluk peliharaan Patrick.
Pria bertubuh kekar, kepala plontos, wajah sangar—
tampilan penjahat kelas berat, meski kelakuannya lurus.

Pria yang sama yang dulu memperlihatkan Pi-chan pada Kusnatts.

“Telurnya mau menetas,” kata Patrick cepat.
“Bawa banyak daging.
Potong ukuran sedang.”

“Dimengerti!”
Gars langsung berlari.

Tak lama kemudian, Gars kembali dengan tumpukan daging cincang.

Patrick mengangguk puas dan berdiri menatap telur-telur itu.

Satu telur retak.

Lalu dua.

Lalu—

krik… krik…

Dari dalam cangkang muncul sesuatu yang kecil.

Seekor buaya mini—

atau lebih tepatnya, Water Dragon kecil.

“Lucu juga…”

Namun bukan cuma satu.

Telur-telur itu menetas tanpa henti.

Water Dragon kecil berwarna abu-abu dengan mata hitam mulai berjalan ke mana-mana, memenuhi ruangan.

“…Banyak sekali,” gumam Patrick.

Di antara mereka, ada satu yang berbeda.

Sisiknya berwarna kuning pucat seperti krim,
dan matanya merah.

“Albino, ya?”
Patrick menyeringai.
“Baiklah. Kamu gampang dibedakan.”

Ia mengangkat Water Dragon kecil itu—sekitar empat puluh sentimeter panjangnya—dan mengusap kepalanya.

“Mulai sekarang, namamu Poo-chan.”

Ia memberi daging.

Tentu saja Water Dragon lain juga diberi makan,
tapi entah kenapa, porsi Poo-chan tampak sedikit lebih banyak.

Mungkin cuma perasaan.

Sejak hari itu—

sampai Patrick bisa membedakan satu per satu—

seluruh Water Dragon kecil tersebut dikenal sebagai
‘saudara-saudaranya Poo-chan’.

Dan Wilayah Snakes kembali
menambah masalah ekosistem baru.

Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 234"