Novel Red Shinigami Chapter 230

Bab 230 – Wilayah Pegunungan Abbott

Setelah meninggalkan lapangan latihan, Patrick menuju bengkel kereta.

Di sana, ia memesan satu kereta besar.

Warnanya: biru es.

Keluarga Snakes sebenarnya sudah memiliki dua kereta hitam besar. Namun sejak Puu dan Pee berevolusi dari wyvern menjadi Winged Dragon, ukuran tubuh mereka meningkat drastis.
Sekarang, satu kereta hanya cukup untuk satu ekor.

Karena itu, Pii-chan tidak ikut kembali ke ibu kota.
Saat ini, ia berada di kediaman wilayah Snakes—
menghangatkan telur tanpa henti.

Tujuan Patrick berikutnya adalah utara.

Ia menuju wilayah pegunungan milik Margrave Abbott.

Wilayah tempat nama buruknya sudah lebih dulu tiba.

“Margrave Perbatasan Snakes! Selamat datang!
Kami benar-benar tertolong!”

Orang yang menyambutnya adalah Ryan Abbott.

“Bagaimana kondisi latihan pasukan?” tanya Patrick tanpa basa-basi.

Ryan mengernyit.

“Latihan busur dan tombak berjalan, tapi…
entah kenapa, sulit sekali menyatukan komando.”

“Kenapa?”

“Kami mencampur masyarakat pegunungan ke tiap unit yang sudah ada,
lalu melatih mereka bersama.
Tapi banyak yang bersikap memberontak.”

Patrick menghela napas pendek.

“Kamu menyebar mereka?”

“Ya. Kupikir itu cara paling adil.”

“Itu salah,” jawab Patrick datar.
“Mereka jadi terisolasi.
Orang yang terasing pasti membangkang.”

Ryan terdiam.

“Masukkan mereka dalam kelompok,
lalu biarkan mereka bersaing di dalam unit itu.
Jangan cerai-beraikan.”

“Tapi kalau satu kelompok itu memberontak bersama—”

“Berarti kamu diremehkan,” potong Patrick.
“Masalah kepemimpinan.”

Ryan menggaruk kepala.

“…Baiklah.”

“Kumpulkan unit-unit yang sedang tidak bertugas,” lanjut Patrick.
“Aku latih sendiri.
Aku bawa orang.”

Ryan mengangguk.

“Aku harus mengawasi pembangunan benteng.
Latihan kuserahkan padamu.”

“Ngomong-ngomong,” tambah Patrick,
“beri tahu juga desa atau klan yang paling membangkang.”

Ryan ragu.

“Kamu… mau apa?”

“Menjinakkan,” jawab Patrick singkat.

“Kalau bisa… jangan dibunuh.”

“Itu tergantung mereka,” kata Patrick tenang.
“Kalau mereka tidak bisa bergerak, mereka tidak bisa memberontak.”

“…Itu masuk akal… mungkin.”

♦︎♢♦︎♢

Patrick berdiri di depan pasukan yang telah dikumpulkan.

Bisikan terdengar di mana-mana.

“Dia penyebab desaku hancur…”

“Berani-beraninya muncul di sini.
Membunuh kepala suku kami dengan cara curang…”

“Kalau bisa, ingin rasanya menjatuhkannya saat latihan.”

“Aku gemetar hanya melihat wajahnya…”

“Aku tidak mau mati—”

Patrick mengabaikan semuanya.

Latihan dimulai.

Di lapangan latihan,
lari neraka yang pernah dijalani Divisi 8 dan pasukan Snakes dimulai kembali.

Dan kali ini—

seluruh pasukan Abbott ikut terseret.

Patrick berada di depan.
Tonning menjaga barisan paling belakang.

Beberapa prajurit pegunungan, didorong emosi dan harga diri,
memaksa diri berlari hingga tepat di belakang Patrick.

Namun saat Patrick menaikkan kecepatan—

jarak langsung terbuka.

Bukan hanya gagal menyerang,
mereka bahkan tidak sanggup mendekat.

Setelah lari, latihan berlanjut ke tombak tumpul.

Kesempatan itu langsung dimanfaatkan oleh para prajurit pegunungan
yang ingin “menguji” Patrick.

Hasilnya—

mereka dihajar tanpa ampun,
tumbang satu per satu,
menggelinding di tanah.

Patrick menatap mereka dengan wajah lelah.

“Kalian sungguh berpikir,
dengan kemampuan segini,
bisa melakukan apa pun padaku?”

Tak satu pun mampu membalas.

Mereka hanya menunduk.

Namun pasukan Abbott pun sama-sama tergeletak di tanah.

Artinya,
ini bukan soal siapa yang lebih lemah.

Selama dua hari, Patrick melatih mereka tanpa henti.

Hasilnya jelas.

Masyarakat pegunungan—yang sejak awal memiliki stamina tinggi—
mulai mendapatkan kepercayaan diri.

Pasukan wilayah—yang sebelumnya memandang rendah mereka—
mulai menghentikan prasangka.

Dan satu hal lagi—

baik prajurit pegunungan maupun pasukan wilayah
sama-sama takut pada Patrick.

Setelah Patrick pergi,
Tonning dijuluki iblis pelatih.

Namun itu bukan masalah besar.

Setidaknya—

mereka sekarang tahu,
siapa yang benar-benar memegang kendali.

Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 230"