Novel Red Shinigami Chapter 214

Bab 214 – Permintaan yang Terlalu Mendadak

Dari Kediaman Utama Snakes, rombongan Patrick kembali berangkat.

Tujuan mereka adalah Benteng Barat.

Di tengah barisan, tampak jelas sebuah kereta merah mencolok, diikuti dua kereta hitam besar.
Depan dan belakangnya dijaga ketat oleh pasukan Wilayah Snakes.

Saat rombongan melaju di jalan raya, kereta-kereta pedagang memberi jalan.

Yang membedakan wilayah ini dengan ibu kota adalah reaksi penduduknya.

Di ibu kota, orang-orang akan berhamburan lari.
Di Wilayah Snakes—anak-anak melambaikan tangan, orang dewasa membungkuk hormat, dan para lansia menundukkan kepala pelan.

Perjalanan menuju Benteng Barat harus melewati bekas Wilayah Westin.

Artinya—

ladang gandum.

Tak terputus, sejauh mata memandang.

Di dalam kereta merah duduk Patrick dan Sona, berhadapan dengan Milko dan Amelia.

Beberapa jam berlalu.

“Bosan!” keluh Sona tiba-tiba.

Amelia tersenyum sopan.

“Perjalanan dengan kereta memang seperti ini, Nyonya.”

“Tapi dari rumah utama sampai sini masih ada perubahan pemandangan. Sekarang cuma gandum. Gandum terus,” protes Sona.
“Pat, tidak ada hiburan?”

Patrick berpikir sejenak.

“Hiburan perjalanan… biasanya main kartu. Tapi kita bawa kartu?”

Ia menoleh ke Milko.

“Tidak, Tuanku. Kali ini tidak dibawa.”

“Tidak ada,” kata Patrick singkat ke Sona.

Alih-alih kecewa, Sona malah tersenyum—senyum yang tidak sehat.

“Oh? Kalau begitu pas sekali,” katanya ceria.
“Milko, ini kesempatan bagus. Silakan.”

Ia mengedipkan mata.

Milko membeku.

Keringat langsung mengalir dari dahinya.

“Hm?” Patrick menoleh.
“Milko? Ada apa?”

Amelia di samping Milko sudah memerah sampai ke telinga.

“Tu-Tuanku… saya…”
Milko gagap total.

“Tenang,” kata Patrick datar.
“Tarik napas dulu.”

Milko menarik napas panjang.

“Baik. Saya laporkan.”
Ia menunduk dalam-dalam meski masih duduk.

“Saya, ksatria Milko dari Wilayah Snakes, dengan ini melaporkan bahwa saya menjalin hubungan dengan Amelia-dono yang berada di sini. Mohon izin Tuanku.”

Hening sejenak.

Patrick menatapnya tanpa ekspresi.

“Hubungan dengan pelayan istriku,” katanya pelan.
“Bukan hal sepele. Apalagi dia mantan dayang putri kerajaan.”

Ia menoleh ke Sona.

“Benar, kan?”

“Benar,” jawab Sona tenang.
“Amelia berasal dari keluarga viscount. Anak keempat.”

Patrick kembali menatap Milko.

“Kalau begitu kamu paham konsekuensinya.
Pendidikannya mungkin lebih tinggi darimu.
Kalau menikah, kamu harus menghadap keluarganya secara resmi.”

Ia menyipitkan mata.

“Dan besar kemungkinan kamu akan dihina.
Ksatria kelas rendah, katanya.
Kamu siap?”

Milko tidak mengangkat kepala.

“Siap. Kami sudah membicarakannya.
Kami sepakat tidak akan menyerah sebelum mendapat restu.”

Patrick lalu menoleh ke Amelia.

“Dan kamu?”

Amelia mengangkat wajahnya. Tatapannya lurus, tanpa ragu.

“Saya yang menyatakan perasaan lebih dulu.
Jadi tanggung jawabnya juga milik saya.
Saya siap.”

Patrick terdiam sesaat.

Lalu ia mengangguk.

“Baik. Kalau begitu aku izinkan.”
“Aku juga akan membantu menghubungi keluarga viscount itu.”

“Terima kasih, Tuanku!”
“Terima kasih!”

Dua suara itu keluar bersamaan.

Sona tersenyum puas.

Patrick menyandarkan punggung.

“Lain kali,” katanya datar,
“kalau mau bicara serius, jangan tunggu sampai aku bosan di kereta.”

Milko berkeringat dingin lagi.

Amelia menunduk dalam-dalam.

Dan perjalanan menuju Benteng Barat pun berlanjut—
dengan suasana yang jauh lebih berat dari sebelumnya.

Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 214"