Novel Red Shinigami Chapter 208
Bab 208 – Di Wilayah Baron Van Pelt
Keesokan harinya, rombongan Patrick memasuki Wilayah Baron Van Pelt.
Wilayah ini—bekas tanah Baron Aje—didominasi pegunungan batu dan lereng terjal.
Tanah subur hampir tidak ada. Batu, tebing, dan celah curam mendominasi pemandangan.
Setibanya di kediaman Baron Van Pelt, Patrick langsung meminta laporan.
“Bagaimana kondisi ternaknya?”
“Tuanku,” jawab Van Pelt cepat,
“domba berjalan cukup baik. Masalahnya ada di kambing.”
“Kambing?”
“Galak, suka melompat pagar, dan hobi kabur. Setiap hari para pengurus dan prajurit wilayah berlarian mengejar mereka. Kadang kaburnya sampai ke tebing batu—tidak mungkin ditangkap.”
Patrick mengangguk pelan.
“Lalu… ubi?”
“Untuk ubi tidak ada masalah. Tapi luas tanamnya kecil, jadi hasilnya biasa saja.”
“Begitu,” gumam Patrick.
“Berarti masalah utama tetap kambing kabur.”
Ia menoleh.
“Besok kita lihat langsung.”
“Baik, Tuanku.”
Van Pelt ragu sejenak, lalu bertanya,
“Kalau hari ini…?”
“Kita cek kualitas pasukan wilayahmu.”
Begitu Patrick berkata itu—
wajah Van Pelt langsung pucat.
“Tu-Tuanku… jangan bilang Tuanku menuntut level pasukan nasional?”
“Sama-sama prajurit,” jawab Patrick datar.
“Pasukan wilayah Snakes juga setara pasukan nasional.”
“Itu karena pasukan Snakes bukan manusia normal!” seru Van Pelt.
“Tenang,” lanjut Patrick santai.
“Aku tidak melatih langsung.”
Van Pelt menghela napas lega… terlalu cepat.
“Aku kirim pasukan Snakes sebagai unit pengajar.”
“…Itu lebih buruk.”
“Bukan Elvis,” tambah Patrick.
“Kalau Elvis dikirim, pasukan wilayahmu tidak akan bisa berdiri besok.”
“Syukurlah…”
“Tenang. Yang dikirim prajurit muda. Mereka cuma mengajarkan apa yang bisa mereka lakukan sendiri.
Latihan dasar.”
“Latihan dasar versi Snakes itu tetap mematikan, Tuanku.”
“Kau juga dulu bertahan di Angkatan Kedelapan.”
“Waktu itu aku pikir akan mati,” jawab Van Pelt jujur.
“Tapi tidak mati.”
“…Iya.”
Patrick menepuk bahunya.
“Berhenti mengeluh. Ayo.”
♦︎♢♦︎♢
Patrick memanggil Tonning.
“Tonning.”
“Siap, Tuanku!”
“Kamu yang atur konsep latihannya. Bagaimana menurutmu?”
Tonning berpikir sejenak, lalu menjawab serius,
“Untuk dasar, sama seperti wilayah Snakes.
Lari pagi, istirahat makan siang sepuluh menit, lalu… kebetulan di wilayah ini ada target yang suka kabur.”
“Target?” tanya Van Pelt waspada.
“Kambing, Tuan Baron,” jawab Tonning polos.
“Medan berbatu cocok untuk melatih kaki dan tangan.
Kalau prajurit bisa memanjat tebing sambil mengejar kambing, kekuatan dan keseimbangan mereka pasti meningkat.”
Van Pelt menatapnya kosong.
“Dan,” lanjut Tonning tanpa ragu,
“menggendong kambing saat kembali ke kandang juga latihan beban yang baik.”
Patrick menepuk tangan.
“Bagus. Masalah wilayah sekaligus jadi latihan.”
“Tuanku,” sela Van Pelt,
“bukankah lebih mudah membangun pagar tinggi saja?”
“Kalau begitu latihan dari mana?” jawab Patrick cepat.
“Pasukanmu juga perlu dikuatkan.”
“Korban luka akan banyak…”
“Pakai potion.”
“……Baik.”
Hari itu—
Wilayah Baron Van Pelt berubah menjadi neraka kecil.
Prajurit wilayah memanjat tebing, tergelincir, mengejar kambing yang lincah, lalu menggendongnya turun sambil terengah.
Teriakan, rintihan, dan suara kambing bercampur jadi satu.
Sore hari, halaman barak dipenuhi prajurit tergeletak seperti mayat.
Sejak hari itu, di Wilayah Baron Van Pelt—
bukan hanya nama Snakes yang menjadi simbol ketakutan.
Nama Tonning pun ikut dikenal—
sebagai instruktur iblis berambut pirang.
Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 208"
Post a Comment