Novel Red Shinigami Chapter 187
Bab 187 – Pawai Militer (2)
Beberapa hari setelah rapat itu—akhirnya tibalah hari pawai militer.
Dari fasilitas Angkatan Darat Kerajaan di ibu kota, kuda dan kereta bergerak lebih dulu, diikuti barisan infanteri yang rapi.
Yang memimpin paling depan adalah Angkatan Pertama.
Jenderal Simon menunggang kuda, melambai ramah kepada warga yang berbaris di sepanjang jalan. Zirah logamnya berhiaskan emas di berbagai bagian—mewah dan mencolok. Helmnya bertipe terbuka, memperlihatkan wajahnya yang tersenyum tenang.
Angkatan Pertama bergerak menuju Gerbang Utara.
Berikutnya—yang seharusnya Angkatan Kedua—namun justru Angkatan Ketiga.
Letnan Jenderal Ganache juga menunggang kuda, mengenakan zirah logam yang tak kalah megah. Barisannya berbelok menuju Gerbang Selatan.
Lalu tibalah giliran Angkatan Kedua.
Yang memimpin di depan bukan jenderal, melainkan Letnan Kolonel Wayne Simon.
Zirahnya lebih sederhana dibanding milik ayah mertuanya, namun tetap jelas berkualitas tinggi. Ia memimpin dengan sikap tegap, bergerak menuju Gerbang Timur.
Sorak-sorai warga terdengar paling keras di bagian ini—barangkali karena usianya yang muda dan penampilannya yang menarik.
Dan terakhir—
Di ekor pawai, seorang pria menunggang kuda hitam besar.
Zirah kulit merah.
Dua kepala ular perak di bahu.
Helm tengkorak.
Pada sarung tangan kanannya, lambang keluarga tertentu berkilau samar.
Bagi warga ibu kota, sosok itu bukan lagi sekadar bangsawan.
Ia adalah ketakutan.
Bangsaawan yang memberi makan monster ular dengan tubuh para penjahat.
Warga yang tadi berbaris rapi mendadak berpencar, menjauh seperti anak laba-laba yang disiram air.
“Dewa Kematian!”
“Lari! Itu bangsawan maut!”
“Nanti dimakan ularnya!”
Teriakan panik menyertai pawai.
Patrick menoleh sekilas, lalu bergumam pelan,
“Hmm. Pawai sambil melihat warga lari ketakutan… cukup menyegarkan.”
Di sampingnya, Milko menghela napas panjang.
“Kalau Tuanku bisa menyebut itu ‘menyegarkan’, aku iri dengan ketahanan mental Tuanku. Kalau aku di posisi itu, mungkin sudah mengurung diri di rumah.”
Patrick hanya tersenyum tipis.
Dari dalam kereta berhiaskan lambang kerajaan, seorang gadis—yang sebentar lagi resmi menjadi wanita dewasa—mengamati pawai dengan mata berbinar.
Tentu saja, itu Sonaris.
Begitu Patrick menghilang dari pandangan, ia langsung berputar menghadap ke dalam kereta.
“Patrick-sama itu keren sekali, ya! Zirahnya pas, auranya dapet, dan reaksi warga itu—benar-benar jadi panggung sempurna!”
“Aku pribadi lebih mendukung Pesuruh Milko,” sela Amelia dengan nada ringan.
“Wibawanya tenang. Tipe pria dewasa.”
“Hah?” Sonaris menyeringai.
“Amelia, kamu suka Milko? Memang sih, dia tipe tampan berkarakter. Mau aku minta Patrick-sama bantu menjodohkan? Ayo, cerita!”
“T-Tunggu! Aku tidak bilang sejauh itu!”
Dua orang saja sudah cukup untuk membuat kereta ramai.
Dan pawai militer pun berlanjut—dengan gemuruh sorak, ketakutan, dan bisik-bisik yang semakin memperkuat legenda Margrave Snakes.
Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 187"
Post a Comment