Novel Red Shinigami Chapter 181
Bab 181 – Pengakuan
Patrick menyeret Decourse hingga tepat di hadapan Marquis Simon.
“Marquis Simon, selamat atas pernikahan hari ini,” ucap Patrick sambil membungkuk sopan.
Di medan perang, ia biasa memanggilnya Jenderal. Namun ini acara pribadi, dan Patrick tidak salah menempatkan diri.
“Oh! Terima kasih, Margrave Snakes,” jawab Simon ramah.
“Ngomong-ngomong… siapa pria yang lengannya kamu pegang erat itu?”
Wajar saja ia heran. Jarang ada tamu yang memberi ucapan selamat sambil mencengkeram orang lain.
“Dia sepupuku,” jelas Patrick tanpa melepas genggaman.
“Putra sulung keluarga Viscount Kanaan—Decourse Kanaan.”
“Oh? Putra Trora? Kudengar dulu dia Ksatria Pengawal.”
“Benar. Dan aku memegangnya karena kalau dilepas, dia kabur. Marquis, aku punya satu permohonan.”
“Permohonan dari seorang margrave?” Simon mengangkat alis. “Silakan.”
“Decourse ini dua puluh sembilan tahun, belum menikah, belum bertunangan. Hari ini, di pesta ini, ada seorang wanita yang benar-benar menarik perhatiannya. Tapi dia terlalu pengecut untuk menyapa. Jadi aku berniat menjadi perantara.”
“Hmm.” Simon mengelus dagunya.
“Putra Trora dan sepupu Margrave Snakes… kalau begitu, perempuan mana pun akan kusediakan pertemuan resmi.”
(Bagus. Janji didapat.)
Patrick tersenyum dalam hati.
“Jadi,” lanjut Simon, “siapa wanita yang dimaksud?”
Ia sama sekali tidak menduga jawabannya.
“Putri ketiga Anda—Nona Clarisse.”
“Apa—!?”
Suara Simon menggema di aula.
Patrick sempat bersiap dimarahi. Simon dikenal sangat menyayangi putri-putrinya.
Namun yang terjadi justru sebaliknya.
“Anakku Clarisse, ya!” seru Simon lantang.
“Hebat! Banyak pria manusia enggan mendekati wanita dwarf. Padahal mereka berhati lembut dan penuh kesabaran. Aku suka keberanianmu!”
Ia menoleh tajam pada Decourse.
“Decourse Kanaan! Clarisse tidak akan mencukur janggutnya. Kamu keberatan?”
Decourse menegakkan punggung.
“Sama sekali tidak, Marquis!” teriaknya.
“Aku jatuh cinta—termasuk pada janggutnya!”
Teriakan itu mengguncang aula.
Dan tentu saja, terdengar jelas oleh Clarisse.
Wajahnya langsung memerah.
Sejujurnya, ini pertama kalinya seorang pria manusia mengungkapkan perasaan padanya secara terbuka. Bukan berarti ia tak pernah diminati—para pria dwarf pernah—namun Clarisse lebih menyukai pria manusia. Dan ia lebih tinggi dari kebanyakan dwarf, bahkan banyak pria dwarf.
“Clarisse!” panggil Simon. “Kemarilah.”
Clarisse mendekat dengan langkah cepat—malu dan senang bercampur jadi satu.
Patrick menyikut pelan pinggang Decourse.
“Kesempatan seumur hidup,” bisiknya.
“Tatap matanya. Sampaikan perasaanmu.”
Decourse menelan ludah, lalu—
“A-aku Decourse Kanaan!”
“Aku melihatmu… dan hatiku direbut sepenuhnya!”
Ia berteriak sambil menatap lurus ke mata Clarisse.
Patrick mengamati dari samping, tersenyum kecil.
Untuk pertama kalinya hari itu, senyumnya benar-benar tulus.
Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 181"
Post a Comment