Novel Abnormal State Skill Chapter 444

444 – Petunjuk Menuju Pembalikan Keadaan



……Bahkan Dewa peringkat kedua pun tidak bisa menghapus Skill Status Abnormal, ya.

Saat beberapa orang menahan napas dan menyaksikan, aku melangkah ke tengah alun-alun.

Loqierra bertengger di bahuku.

Aku membatalkan <Sleep>.


[———……?]


Kesadarannya tampak kembali.

Vysis terbangun, masih tergeletak tengkurap.

Aku mundur beberapa langkah——— tetap memastikan dia berada sepenuhnya dalam jangkauan <Paralyze>-ku.


[ ! ]


Vysis rupanya menyadari keadaannya.

Ia menatap ke arah Thesis dan bergumam sesuatu.

Lalu Thesis mengarahkan ujung tongkatnya ke Vysis.

Detik berikutnya———

Suara retakan tajam terdengar ketika belenggu itu hancur.


[……! Kau menyelamatkanku, Thesis-sa———-]

[Jangan bertindak sesukamu. Jika kau bertingkah aneh tanpa izinku, itu akan menjadi akhir bagimu.]


Perintah Thesis menyabet seperti cambuk.

Vysis menoleh ke arahku dan mengerang.

Ia pasti mengerti apa arti “itu akan menjadi akhir”.

Kata-kata Thesis membawa bobot dan ketajaman yang menekan dirinya.


[B———]


Vysis membuka mulutnya.


[Berdiri…… sejauh ini…… diperbolehkan, kan……?]


Ia bertanya pada Thesis dengan senyum tegang dan terdistorsi.


[……Aku izinkan.]


Vysis mencoba bangkit dari posisi berlutut.

Namun ia kehilangan keseimbangan dan kembali terjatuh.


[———Hah?]


Ia tampak terkejut dengan kondisinya sendiri.

Sambil mengertakkan gigi, ia mencoba lagi.

Menopangkan kedua tangan ke tanah, ia memaksa tubuhnya yang melemah untuk bangkit.

Kakinya gemetar dan tampak tak bisa diandalkan, tapi entah bagaimana, Vysis berhasil berdiri.

————Dia melemah.

Parah.

Ia masih berada di bawah <Poison>.

Tanpa mengalihkan pandangan ke depan, aku sedikit memiringkan tubuh ke arah Loqierra di bahu kiriku.


[Loqierra…… haruskah dia kuberi <Paralyze>? Mungkin mmebebaskan hanya bagian kepalanya supaya dia bisa bicara……]

[……Tidak, kurasa Thesis-sama akan baik-baik saja. Vysis terlihat selemah itu…… lagipula, ini Thesis-sama.]

[Lemah atau tidak, penguatan dari orb hitam-ungu dan penguatan anti-Dewa itu masih aktif, kan? Benar-benar aman? Belenggu mulutnya sudah hancur, jadi Vysis bisa menggunakan sihir tingkat Dewa lagi, bukan?]


“Tidak apa-apa,” kata Loqierra, sama sekali tak terguncang.


[Alasannya sederhana———]


Loqierra berbicara.


[Karena itu Thesis-sama.]


Vysis kembali melotot ke arah kami.

Jika diizinkan, dia akan membunuh kami di tempat——— begitu jelas dari sorot matanya.


[……………………]


Sudah kuduga.

Dia tak mampu menyesal dengan tulus.

Tapi…… apa yang dia rencanakan?

Apa dia benar-benar berpikir bisa lolos dari ini……?

Aku melirik Loqierra, yang diam mengamati situasi.

……Kurasa setidaknya aku akan bersiap.


[Vysi———]

[Thesis-sama!]


Vysis memotong upaya Thesis untuk berbicara, menepuk dadanya sendiri.


[T-Tunggu…! Tolong dengarkan dulu pembelaanku…! Aku—aku bisa menjelaskan semuanya!]

[……Kalau begitu, ucapkan sendiri tujuanmu. Sampai detik ini, aku tak melihat satu pun alasan yang layak untuk memaafkan tindakanmu.]

[Semuanya…… adalah rencana Loqierra!]


Untuk sesaat, udara membeku.

Sebagian besar orang bahkan tak mampu memproses absurditas pernyataan itu.

Loqierra pun……


[……Hah?]


———tampak benar-benar terpana.

Thesis sedikit memiringkan kepalanya.


[Loqierra?]

[Ya! Rencana untuk menyerbu Surga adalah ide Loqierra! Aku diancam olehnya, dipaksa menyiapkan invasi di dunia ini!]

[Ap———]


Bahkan Loqierra tak bisa tinggal diam.


[Apa yang kau bicarakan, Vysis!? H- Hentikan omong kosong ini———]

[Lihat itu!]


Vysis mengayunkan lengannya secara dramatis, menunjuk ke arah Loqierra.


[Lihat kepanikan itu! Dia bereaksi seperti itu karena mencoba menimpakan semuanya padaku dan kabur tanpa cedera! Reaksi itu adalah bukti tak terbantahkan bahwa Loqierra adalah pengkhianat yang sebenarnya! Pasti Thesis-sama yang bijak bisa melihatnya, bukan!?]


Air mata menggenang di sudut mata Vysis saat ia memohon dengan sungguh-sungguh.

Loqierra, wajahnya terdistorsi oleh amarah, membentak:


[K- Kau dewi sialan…… bahkan sekarang…… kau masih mencoba ini……!]


Vysis terus mendesak, semakin putus asa.


[Jika Loqierra terus-menerus mencoba berkelit, bukankah itu sama saja dengan mengakui!? Aku…… aku telah menunggumu selama ini, Thesis-sama! Loqierra terus mengawasiku dari Surga dengan Harta Suci khusus——— dan alat itu mungkin sudah dimusnahkan karena akan menjadi bukti——— tapi dia mengancamku bahwa jika aku mencoba melawannya, dia akan menimpakan seluruh konspirasi padaku! Dia bilang akan menanamkan kebohongan pada Dewa Kepala dan pada Thesis-sama, dan membiarkan Surga mengadiliku menggantikannya!]


Loqierra menengadah ke langit…… kelelahan tampak nyata di wajahnya.

Raut itu seakan memohon tanpa suara, “Tolong… cukupkan sampai di sini


[……Kau bercanda, kan? Dilihat dari mana pun…… ini terlalu memalukan…… dan, um——— Thesis-sama…… Kamu tidak benar-benar mempercayainya, kan……?]


Vysis, semakin panas, menyatakan:


[Dan lalu…… kali ini! Karena dia takut rencananya akhirnya terbongkar pada Dewa Kepala atau pada Thesis-sama———— dia mengumpulkan para Dewa lain dan datang ke dunia ini! Untuk menghapusku dan membungkamku selamanya! Dia bahkan memanipulasi penduduk dunia ini dan para Pahlawan——— memihakkan mereka padanya! Tapi aku…… aku berjuang mati-matian untuk menyampaikan kebenaran padamu, Thesis-sama…… aku melawan…… tapi…… u- uuu…… meski sudah berusaha…… semuanya berakhir…… seperti ini……]


Thesis mendengung pelan, merenung.


[Itu——— aneh, bukan? Loqierra-lah yang melaporkan pada kami bahwa ada sesuatu yang mencurigakan tentang dirimu. Jika dia ingin menyembunyikan rencananya, dia tak punya alasan untuk menarik perhatian kami padamu.]

[Tidak, itu hanyalah pengaman darurat! Jika rencananya gagal, dia bisa berkata “Aku sudah memperingatkan kalian bahwa Vysis mencurigakan”, itulah fakta yang ingin ia ciptakan! Dengan begitu, dia takkan pernah dicurigai! Ya, Loqierra benar-benar gila! Baginya, semua ini pasti tak lebih dari sebuah permainan! Bahkan jika runtuh, dia akan menganggapnya sekadar permainan yang tak berjalan baik…… uuu…… dia benar-benar Dewa yang mengerikan…… melebihi siapa pun……]

[Kau———]


Loqierra gemetar saat bergumam:


[Kau benar-benar…… menumpuk omong kosong sebanyak itu…… Y- Yang mana dari kita yang sebenarnya gila……? Jujur saja, ini mulai menakutkan……]


Dan saat itulah—


[Itu——— itu bohong! Vysis berbohong!]


Suara itu datang dari Seras.

Perhatian semua orang tertuju padanya.

Benar, tidak jelas apakah Vysis tahu tentang kemampuan Seras mendeteksi kebohongan melalui Roh Angin.

Namun Vysis hampir pasti tidak tahu bahwa Seras bisa menilai kebenaran.

Seras meletakkan tangan di dadanya seakan bersumpah:


[Dengan kekuatan Roh Angin, aku bisa menembus kebohongan! Semua yang Vysis katakan sejak awal pembelaannya———]

[Bagaimana kau bisa dengan tenang mengklaim bisa mendeteksi kebohongan sambil menyatakan kebohongan seperti itu!?]


Vysis memotongnya dengan teriakan tajam, penuh tekanan, memohon pada Thesis.

Suaranya mengandung keputusasaan yang hampir histeris.

Seras membeku, terkejut.


[Apa……]

[Ada Pahlawan itu juga! Seseorang yang membuat klaim yang sama meski kekuatan seperti itu tidak ada! Mereka menuduhku berbohong hanya untuk mencemarkanku! Tapi apakah kekerasan psikologis yang egois seperti itu bisa dibiarkan!? Membungkam orang yang berkata benar…… bagaimana itu bisa ditoleransi!? Thesis-sama! Inilah ketidakjujuran——— kebejatan manusia dan demi-human! Mereka memelintir kebenaran demi kepentingan mereka dan memfitnah orang yang mereka benci! Dan lebih buruk lagi! Terkadang mereka memelintir kebenaran begitu jauh hingga mereka sendiri benar-benar mempercayai kebohongan mereka! Itu gila! Benar-benar gila! Mereka makhluk berbahaya yang mampu pada kegilaan semacam itu! Katakan padaku, katakan padaku, adakah makhluk yang lebih menakutkan dari itu!?]

[……………………]

[Tidak, yang lebih menakutkan lagi adalah para Dewa yang terlalu berpihak pada manusia seperti itu! Dengan kata lain, Dewa seperti Loqierra!]

[……………………]

[Mungkin Loqierra sudah mengobrak-abrik laboratoriumku dan menghancurkan bukti apa pun yang merugikannya! Tidak, lebih buruk lagi! Dia mungkin telah memalsukan bukti untuk menjebakku dan menyerahkannya padamu, Thesis-sama! Tolong——— tolong jangan percaya Loqierra! ……Ah, tidak———— m- maafkan aku…… tentu saja, Thesis-sama yang maha bijak tak mungkin tertipu oleh tipu daya orang seperti Loqierra……]


Vysis menggigit bibirnya yang gemetar, seolah menyalahkan dirinya sendiri.

Lalu, sekali lagi—seperti yang Seras lakukan sebelumnya——— ia meletakkan tangan di dadanya.


[Aku——— aku tak pernah menginginkan semua ini! Aku tak ingin menyiapkan invasi ke Surga…… aku mencintai Surga! Dan aku…… aku telah mengorbankan begitu banyak nyawa…… begitu banyak nyawa tak berdosa. Karena aku tunduk pada perintah Loqierra…… ancamannya. A- aku takut…… sungguh takut…… Dan dalam arti itu…… aku memang bersalah. Aku mengakuinya. Meski aku tak bisa melawan Loqierra…… aku telah melakukan begitu banyak kekejaman yang tak terampuni…… uuu…… a- aku merasa sangat…… sangat menyesal pada semua orang yang…… yang telah dikorbankan……]


Vysis terisak tersedak.

Lalu……


[T- Tolong, Thesis-sama! Aku mohon, hapus Loqierra dan semua orang itu——— para pengkhianat, di sini dan sekarang! Anak buah Loqierra tidak terbatas pada Sakramen Anti-Dewa itu saja! Dia bahkan memiliki para Pahlawan dengan kekuatan untuk membunuh Dewa sebagai alatnya! Terutama Touka Mimori, kemampuannya membunuh Dewa sangat berbahaya! Aku tahu ancaman itu, itulah sebabnya aku menyegel Jimat Penetralan Purba yang menghancurkan <Dispel Bubble>, menamakannya Kutukan Terlarang, untuk memusnahkan mereka……! Ya, Loqierra pasti sudah diam-diam membantu Kurosaga jauh sebelum pemberontakan! Alasan aku tak bisa sepenuhnya memusnahkan Kutukan Terlarang…… adalah karena Loqierra diam-diam bekerja di balik layar! Thesis-sama! Skill Status Abnormal itu adalah ancaman yang tak bisa ditoleransi bagi kita para Dewa! Benar-benar ancaman besar! Tapi…… Thesis-sama! Jika itu diirmu——— jika itu dirimu yang Agung , kamu bisa mengalahkan kejahatan itu! Karena itu———— tolong! Tolong jangan dengarkan kata-kata penuh tipu daya yang ternoda kebohongan…… dan selamatkan Surga…… selamatkan masa depan para Dewa yang benar!]


Setelah jeda singkat——— “Hmm, begitu……”

Thesis mengangguk.


[Dipahami.]

[ ! ]

[Kalau begitu, mari kita selamatkan masa depan para Dewa yang benar.]

[Ahh, Thesis-sama……!]


Thesis perlahan membuka matanya, menurunkan bulu mata panjangnya.

Tatapannya tenang, terarah ke tanah di depan kakinya.

Matanya——— emas.

Seperti……

Permukaan danau saat matahari terbenam, memantulkan cahaya.

Berkilau…… beriak.

Beragam nuansa cahaya berpendar tanpa akhir di dalam mata itu.

Seolah-olah inilah pertama kalinya Vysis benar-benar melihat mata Thesis.

Reaksinya sudah cukup menjelaskannya.

Thesis perlahan merenggangkan bibirnya.


[Vysis.]

[Y- Ya!]

[Apakah kau sedang mempermainkanku———— aku, Thesis?]

[Hah———— …………………………..Hah?]

No comments:

Post a Comment