Grimoire Dorothy Chapter 256
Chapter 256 : Kesadaran
“Kenapa Vania bisa menghasilkan spiritualitas Lantern dan Chalice?”
Dorothy, yang tadi bersantai di sofa sambil membaca, langsung duduk tegak ketika menyadari ada yang tidak beres. Keningnya mengerut.
“Selama ini, setiap kali Vania berdoa di jam yang sama agar aku membersihkan spiritualitasnya, spiritualitas yang terekstraksi selalu berasal dari teks mistik yang kupinjamkan padanya. Kali ini, satu-satunya teks yang kuberikan adalah teks bertema Shadow. Jadi dari mana Lantern dan Chalice itu datang? Apa Vania mendapatkan teks mistik baru dari tempat lain?”
Masih mengenakan piyama, Dorothy memikirkan situasi aneh ini dengan perasaan tidak tenang yang samar.
“Walaupun aku belum tahu detailnya… sepertinya aku harus memastikan.”
Sambil bergumam, Dorothy mengeluarkan kotak sihirnya, mengambil Literary Sea Logbook, lalu membukanya ke halaman yang biasa ia gunakan untuk berkomunikasi dengan Vania. Ia mulai menulis.
“Suster Vania, bagaimana perkembangan bacaan teks mistikmu belakangan ini? Apakah racun kognitif memengaruhimu? Apa kamu merasakan sesuatu yang tidak biasa atau terasa janggal?”
Setelah menulis, Dorothy menarik benang spiritual yang menghubungkannya dengan Vania untuk memberi tanda.
Benang spiritual ini terhubung melalui Marionette Mark yang pernah Dorothy pasang pada Vania. Di suatu tempat tersembunyi di balik pakaian Vania, tanda itu masih ada, memungkinkan Dorothy memberi peringatan ketika diperlukan agar Vania memeriksa logbook.
Pada dasarnya, Dorothy menggunakan tanda ini sebagai fitur notifikasi tambahan untuk logbook. Jauh lebih praktis dibandingkan mengandalkan doa untuk menyampaikan pesan, yang sering kali merepotkan dan tidak selalu cocok digunakan.
…
Distrik Gereja, Tivian.
Di kamar asramanya, Vania yang baru saja selesai berdoa merasakan racun kognitif di pikirannya menghilang. Emosi-emosi aneh yang sebelumnya ia rasakan lenyap, digantikan kejernihan yang menyegarkan.
“Terima kasih, Tuhan…”
Setelah merasakan pembersihan itu, Vania mengucap syukur kepada Aka di dalam hati. Ia membuka mata, dengan sedikit kebingungan di wajahnya.
“Rasanya… pembersihan kali ini lebih menyeluruh dari biasanya. Kepalaku terasa lebih jernih. Apa ini cuma perasaanku saja?”
Vania bergumam pelan. Saat ia hendak melanjutkan membaca teks mistik, ia merasakan sensasi yang aneh.
“Ini… tanda dari Nona Dorothy?”
Ia berhenti sejenak dan langsung mengenali sensasi itu. Itu adalah Dorothy yang menggunakan kemampuan Beyonder-nya untuk memberi peringatan melalui tanda yang tersembunyi di tubuhnya.
Setelah menerima peringatan tersebut, Vania segera mengeluarkan Kitab Sucinya dan membuka halaman tempat ia berkomunikasi dengan Dorothy, lalu membaca pesannya.
“Efek racun kognitif… Di tempat kerja, perlindungannya cukup, jadi seharusnya aku tidak terpengaruh. Dan saat membaca teks mistik di rumah, aku bisa berdoa kepada Aka… Jadi efeknya hanya sementara… Berarti semuanya baik-baik saja, kan? Lalu kenapa Nona Dorothy tiba-tiba menanyakan ini?”
Sambil membaca pesan Dorothy, Vania mencoba mengingat dengan saksama kejadian hari itu. Tepat ketika ia hendak menulis bahwa semuanya baik-baik saja, ia berhenti, merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
“Tunggu… Tidak semuanya baik-baik saja! Ada yang salah! Kenapa saat makan malam tadi aku sempat ingin memesan steak mentah? Itu kan hanya matang di luar tapi mentah di dalam! Hampir tidak ada orang gereja yang terpikir untuk makan seperti itu… Dan… kenapa aku tiba-tiba merasa rindu pada ibuku saat berbincang dengan Aurora? Aku bahkan belum pernah bertemu ibuku…”
Pikiran Vania berputar cepat, dan rasa dingin menjalar di punggungnya.
Kesadaran bahwa pikirannya telah dipengaruhi secara halus tanpa ia sadari—dan baru sekarang ia menyadarinya—membuat Vania diliputi rasa takut yang mendalam.
“Kenapa saat itu aku merasa semua itu wajar… tapi sekarang terasa sangat salah? Apa yang terjadi padaku? Apa yang terjadi dengan pikiranku?”
Vania mencengkeram dahinya, matanya membesar karena terkejut. Sebagai biarawati yang sudah lama berurusan dengan teks mistik, ia segera menyadari jawabannya.
“Fenomena ini… ini adalah efek racun kognitif! Pengaruh halus dan bertahap terhadap pikiran. Aku pasti terinfeksi racun kognitif saat berada di kafetaria. Alasan aku sekarang bisa menyadari kejanggalannya adalah karena anugerah Aka telah membersihkan seluruh racun kognitif yang terakumulasi.”
Begitu menyadari hal ini, Vania langsung memahami betapa seriusnya situasi tersebut. Ia mengambil pena dan menulis di dalam Kitab Suci.
“Nona Dorothy, terima kasih atas pengingatnya. Memang ada yang tidak beres. Sepertinya aku terinfeksi racun kognitif dari sumber yang tidak diketahui. Berkat anugerah Aka, aku sudah pulih.”
Vania menyelesaikan tulisannya dan melihat kata-kata itu perlahan tenggelam ke dalam halaman. Tak lama kemudian, balasan Dorothy muncul.
“Setiap racun kognitif pasti memiliki sumber. Pikirkan baik-baik—dari mana racun itu berasal?”
“Dari mana asal racunnya?”
Membaca balasan itu, kerutan di kening Vania semakin dalam. Ia mulai menelusuri dengan hati-hati di mana ia mungkin bersentuhan dengan racun kognitif yang tidak biasa.
“Aku membaca teks mistik yang diberikan Nona Dorothy setiap malam dan berdoa kepada Aka untuk membersihkan racunnya. Tadi malam, setelah pembersihan, aku langsung tidur. Itu berarti… racunnya pasti berasal dari hari ini, antara pagi dan waktu makan malam.”
“Tapi itu terjadi saat jam kerja… Di tempat kerja, aku menggunakan alat untuk mengamati teks mistik milik gereja. Aku menggunakan alat! Bagaimana mungkin aku masih terinfeksi racun kognitif?”
Vania merasa bingung. Setelah memastikan kembali, ia menyadari bahwa satu-satunya teks mistik yang ia sentuh hari ini hanyalah teks yang ia amati di tempat kerja. Tidak ada yang lain.
Dengan kata lain, racun kognitif itu pasti berasal dari teks mistik yang sedang ia teliti. Tidak ada penjelasan lain.
“Aneh… Apa mungkin benar teks mistik milik gereja itu penyebabnya? Isi teks itu memang bisa menimbulkan efek seperti yang kualami…”
“Tapi… itu diamati dengan alat gereja! Dengan prosedur yang benar, seharusnya mustahil terinfeksi racun kognitif. Aku sudah melakukan ini begitu lama tanpa masalah… Kenapa sekarang…”
Dengan perasaan gelisah, Vania menuliskan situasinya di dalam Kitab Suci. Kata-kata itu perlahan tenggelam, dan setelah beberapa saat, balasan Dorothy muncul.
“Mungkinkah alatmu mengalami kerusakan?”
Melihat balasan itu, Vania langsung menulis kembali tanpa ragu.
“Tidak mungkin! Alat-alat kami baru saja diperiksa kemarin!”
Begitu selesai menulis, Vania membeku.
Pada saat itu juga, ia tiba-tiba menyadari bahwa ia mungkin telah menyentuh sebuah masalah yang jauh lebih serius.
Post a Comment for "Grimoire Dorothy Chapter 256"
Post a Comment