Novel Gadis Penjahit Chapter 47
Gerbang
Itu memang terlihat seperti dasar sebuah pilar.
Di permukaannya terukir kata-kata yang membuat jantungku berhenti sejenak:
「Gate 15: Labyrinth Hot Springs」
Ditulis dengan huruf Jepang.
Kristal itu berkilauan lembut, tapi untuk membaca ukiran itu aku harus mendekat betul.
Jepang.
Dan jelas sekali… bukan ilusi.
Roh-roh air bermunculan di sekelilingku. Separuhnya kembali melebur menjadi arus bening, seolah tak stabil.
Sihirnya kuat, tapi rapuh—bagai riak ombak yang sebentar muncul lalu lenyap.
Sebuah warp gate?
Tidak, ini bukan permainan…
Aku memegangi pelipisku.
Tapi kenyataannya: dunia ini benar-benar sebuah fantasi.
“Ada apa? Aku merasakan kehadiran roh yang kuat,” suara Lulu menembus air.
Aku terlonjak. “Eh!? Suara!?”
Aku bisa mendengar dengan jelas, dan—lebih mengejutkan lagi—aku juga bisa berbicara di dalam air.
Suaraku bergema, seperti ditopang gelembung udara yang tak ada wujudnya.
“Hehe, kau tahu bisa bernapas, tapi tak menyangka bisa bicara juga ya,” Lulu menahan tawa.
“Aku… belum pernah mencoba ngomong di bawah air.”
Hebat. Luar biasa. Berkah roh ini bahkan membuat suara bergetar bagai di udara.
“Yui-sama, apa kau melihat banyak roh air?”
“Bisa kau rasakan?”
“Hanya roh air yang kutahu.”
Aku menatap silinder kristal lebih dekat.
“Ini sama seperti Pilar Kristal Perbatasan… tapi sepertinya sudah diproses.”
“Apakah ada sihir yang memancar dari akarnya?”
“Sepertinya sedang merespons kekuatan sihirmu, Yui-sama.”
“…Serius?”
“Aku sudah pernah ke pemandian ini, tapi baru kali ini melihat fenomena seperti ini,” kata Lulu pelan.
Jadi, ini hanya muncul… karena aku?
Saat aku melangkah naik ke landasan pilar, sesuatu terjadi.
Sebuah bola sihir melayang di udara, bersama lempengan bercahaya di depanku.
“Uwah… peta!?”
“Materialisasi sihir. Fenomena yang kadang muncul di dalam labirin,” jelas Lulu. Ia mencoba menyentuh bola itu, tapi jarinya menembus begitu saja.
Sementara di lempengan, tertera angka 1 hingga 20. Hanya angka 15 yang bercahaya: Labyrinth Hot Springs.
Aku coba menyentuhnya.
Jari tidak menembus, melainkan menekan seperti menyentuh papan sungguhan.
Bola sihir pun berputar. Sebagian permukaannya menyala terang, membentuk peta bundar—seperti sebuah globe.
“Sepertinya hanya Yui-sama yang bisa menyentuhnya,” gumam Lulu.
Cahaya biru menandai lokasi: Labyrinth Hot Springs.
Di wilayah istana kerajaan, bola emas bersinar, dan entah kenapa wajah Aria melintas di benakku.
Seluruh negeri hanya memiliki dua titik: pemandian labirin ini, dan istana kerajaan.
Namun… di globe itu ada total 21 titik.
Satu kelebihan.
Di ujung benua lain, bersinar sebuah massa sihir raksasa, berbentuk berlian, jauh lebih besar daripada yang lain.
Aku menyentuhnya.
Tulisan muncul di bagian atas lempengan.
「Gate 0: The Throne of God」
Aku terdiam.
“Aku… belum pernah melihat huruf ini sebelumnya,” kata Lulu.
Ya, tentu saja. Karena itu huruf Jepang.
“Takhta tempat Tuhan duduk dan menulis.”
Saat aku membaca, lonceng berdentang di dalam kepalaku.
《Reinkarnasi baru terdeteksi. Apakah Anda ingin mendaftar sebagai transferee ke Throne of God?》
Post a Comment for "Novel Gadis Penjahit Chapter 47"
Post a Comment