The Principle of a Philosopher Chapter 387

The Principle of a Philosopher
Eternal Fool “Asley” – Chapter 387
Gelar-Gelar Asley



…Ini tidak mungkin benar.


ASLEY

LV: 302
HP: 116.809
MP: 0
EXP: 1.289.980.775

SPECIAL SKILLS:
–Attack Magic (Zenith)
–Support Magic (Zenith)
–Recovery Magic (Zenith)
–Purification (Skilled)
–Fortify Strength
–Fortify Resilience
–Blinding Speed
–Flight
–Fortify Mind

TITLES:
–The Eternal Fool
–Hermit Candidate
–Zenith Mage
–High-class Alchemist
–Staff Deity
–Six Archmages (Tentative)
–Honored Teacher
–Rank S
–Top Student
–Papa
–SS Slayer
–Guardian Mage (Tentative)
–Wind Deity
–Ancient Slayer
–Devil King (Tentative)
–Thousand Magician
–Heavenly Beast’s Father
–Champion’s Master
–Hero of the World
–Iron Heart
–Diamond Senses
–Holy Emperor’s Father (Tentative)
–Investigator
–Apostle Slayer
–Skyruler
–Dragon Slayer
–Dreamgrasper
–Revenger
–Victor of Three Heavens
–Instructor of Prodigies
–Three-Devil Reaper
–Boundary Specialist
–Devil King Slayer
–One Acknowledged By Legends
–Granter of Courage
–Instructor of Archmages
–Leole Mask (Impostor)
–Friend of War Demon Emperors
–Time Master
–The Resistance
–Friend of Black Emperors
–Undoer of Seals
–Sparring Partner of Elves
–Infiltrator
–Abductor
–Soybean Maniac
–Iron Guard
–Fiddler of Three Kings
–Teleporter
–Even Worse Utter Disgrace
–The Leader
–Magitek User
–Thunder Deity
–Defender of the World
–Human Shield
–Zombie
–Grand Master’s Benefactor
–Roof Crusher
–Bed Crusher
–The Insensitive
–The Investigator


Kenapa aku juga punya gelar ‘Devil King Slayer’?

…Mungkin, sangat mungkin, ini karena kontribusiku dalam pertempuran itu. Secara logika masih masuk akal, tapi aku tetap tidak sepenuhnya yakin. Aku butuh alasan yang lebih… pasti. Dan kalau kontribusi memang jadi penentu, anehnya Giorno maupun Lylia tidak kelihatan mendapatkannya. Atau mungkin kontribusi mereka dianggap tidak cukup, atau tidak memenuhi jenis tertentu?

……Atau jangan-jangan gelar yang aku dapat ini sebenarnya berbeda dengan milik Pochi, meskipun namanya sama?

Tidak, itu tidak mungkin.

Bagaimanapun…

Melihat kondisi tubuhku sekarang, masuk akal kalau nilai MP-ku mentok di angka 0. Tapi HP-ku justru naik hampir sebanding dengan Pochi… atau bahkan lebih tinggi secara signifikan?

Gelar ‘Hero of the Nation’-ku berubah menjadi ‘Hero of the World’, sama seperti Pochi. Lylia mungkin juga punya gelar itu.

Mungkin karena efek sihir Levitation, gelar ‘Airwalker’ berubah menjadi ‘Skyruler’.

‘Boundary Specialist’ kemungkinan besar hasil dari aku yang berkali-kali mengaktifkan Sancta Boundary selama pertempuran melawan Raja Iblis.

‘One Acknowledged By Legends’ cukup jelas — aku diakui oleh dua Holy Warrior lainnya.

‘Granter of Courage’… apakah ini berasal dari kata-kataku pada June saat kami berpisah?

Aku memang mengajar Irene dan beberapa Archmage lainnya, jadi ‘Instructor of Archmages’ sangat masuk akal.

Tapi apa maksudnya ini… ‘Leole Mask (Impostor)’? Kenapa aku jadi “penipu”? Oh, benar juga… karena Leon secara teknis adalah Leole Mask yang asli.

Karena hubunganku dengan Sagan, aku mendapat ‘Friend of War Demon Emperors’ — cukup keren.

Apakah aku dapat ‘Time Master’ hanya karena menggunakan Time Teleportation satu atau dua kali? Sistem ini benar-benar bagi-bagi hadiah seperti permen.

‘The Resistance’… sepertinya berdampak positif.

‘Friend of Black Emperors’… jadi aku benar-benar dianggap berteman dengan Warren. Dan mungkin leluhurnya, Bright, memang masih ada di era ini.

‘Undoer of Seals’ jelas dari saat aku melepaskan segel Kristal milik Lylia.

‘Sparring Partner of Elves’ juga jelas — aku memang sering bertarung dengan Tūs dan Lylia.

‘Infiltrator’ dan ‘Abductor’ kemungkinan besar dari penyusupanku ke Kastil Regalia.

‘Soybean Maniac’… apakah ini dari jamuan bersama Haruhana yang semuanya berbahan kedelai? Serius?

‘Iron Guard’… mungkin dari saat aku dengan santai menahan serangan Zombie King, Ghoul King, dan Orc King. Dan ‘Fiddler of Three Kings’ jelas karena aku mempermainkan mereka sesuka hati.

‘Teleporter’, meski terdengar sederhana, kemungkinan adalah hasil gabungan dari tiga penemuanku: Instant Transmission, Teleportation, dan Time Teleportation.

Kalau Pochi dapat ‘Utter Disgrace’, aku malah dapat ‘Even Worse Utter Disgrace’… ya, harus kuakui, aku memang sudah mempermalukan diri sendiri lebih parah darinya. Kadang aku iri dengan tingkat tidak tahu malunya si doggo itu.

Sebagai pengelola kelas sihir, wajar kalau aku punya ‘The Leader’ dan ‘Magitek User’. Lalu ‘Thunder Deity’ kemungkinan berasal dari kontribusiku dalam memperkuat sihir asli Jeanne.

…Lalu apa sebenarnya ‘Defender of the World’ itu? Apakah karena aku memasang Magic Shield di berbagai tempat di seluruh dunia? Kalau begitu masuk akal, apalagi munculnya hampir bersamaan dengan ‘Human Shield’, yang jelas-jelas berasal dari saat aku melindungi Irene.

Ngomong-ngomong soal itu, aku dibilangi kalau jantungku sempat benar-benar berhenti berdetak untuk beberapa saat. Apa itu sebabnya aku dapat gelar ‘Zombie’?

‘Grand Master’s Benefactor’… tanpa cerita dari Minerva, mungkin aku tidak akan pernah paham arti gelar itu.

Aku juga sama sekali tidak mengerti kenapa ‘Roof Crusher’ dan ‘Bed Crusher’ bisa eksis sebagai gelar. Maksudku, iya, itu memang terjadi, tapi manfaatnya apa? Yang ada cuma bikin Itsuki marah… dan lagi pula, itu salah Pochi!

Dan karena aku membuat Irene menangis, aku dapat ‘The Insensitive’… masih bisa dimengerti, tapi kenapa itu sampai dijadikan gelar?

…Oh, aku juga punya ‘The Investigator’.

Aku tetap tidak tahu artinya apa. Gelar generik yang semua orang dapat saat mencapai level 300, mungkin? Sangat mencurigakan…


“Ada apa, Master? Kelihatannya kamu mikir keras banget.”

“……Ini aneh.”

“Aneh yang gimana, Master? …Hup! Invoke!”


Pochi merebut Kacamata Appraisal-ku dan langsung melihat statusnya sendiri, lalu statusku.


“AHAHAHAHAHAHA!!”


Sementara Pochi tertawa tak terkendali, aku terus berpikir… mencoba memahami kenapa semua ini terasa tidak normal.


“Ah… sudah lama aku nggak ketawa segini kencangnya! …Jadi, apa yang aneh, Master? Maksudku, kelihatannya lucu sih, tapi…”

“Lucu tidak ada hubungannya dengan ini, sialan.”

“Terus apa dong, Master?”

“Jelas, kan? Coba lihat gelar ‘Infiltrator’ dan ‘Abductor’ dulu.”

“Itu dari waktu kita nyelametin Master Vass, kan, Master? Apa yang aneh?”

“Kalau aku dapat gelar itu, bukannya aneh kalau kamu TIDAK dapat?”


Begitu aku bilang itu, Pochi langsung bertepuk tangan dengan kaki depannya.


“B-benar juga, Master! Aku memang TIDAK punya!”

“Hal yang sama juga buat ‘Sparring Partner of Elves’ — kamu juga bertarung lawan mereka waktu itu.”

“APA!? Jadi aku ditinggal!?”

“Ada lagi — ‘One Acknowledged by Legends’, ‘Instructor of Archmages’, dan ‘Friend of War Demon Emperors’. Oke, mungkin ‘Instructor of Archmages’ masuk akal karena kamu tidak terlalu terlibat, tapi dua lainnya jelas dari Giorno, Lylia, dan Sagan… orang-orang yang seharusnya mengakui kamu sama besarnya seperti mereka mengakuiku.”

“…Tapi tetap aja kamu yang dapat gelarnya, aku tidak. Artinya apa ini, Master?”

“Hmm…”


Aku menggaruk kepala sambil berpikir.

Bagaimanapun, karena aku punya begitu banyak gelar, masuk akal kalau aku bisa mengalahkan Lylia dalam kondisi diperkuat.

Walaupun aku punya bakat sebagai PETARUNG, tetap saja tidak masuk akal aku bisa mengalahkan mantan Holy Warrior sekelas dia.

Belakangan ini… tepatnya, barusan saja, keyakinanku tentang satu hal berubah.

–Aku punya TERLALU BANYAK gelar.

Pochi juga punya banyak, mungkin karena umurnya panjang dan kepribadiannya absurd, tapi tetap saja, jumlah punyaku jauh lebih banyak.

Apa penyebabnya?


“Aku cuma tahu satu hal…”

“Apa itu, Master?”

“Aku lebih gampang dapat gelar baru.”

“Tapi kamu tidak tahu alasannya.”


Aku mengangguk.

Aku benar-benar tidak tahu. Dan kali ini, Pochi juga menanggapi topik ini dengan serius, padahal biasanya dia sudah tertawa dari tadi.

Soalnya, ini masalah hidup dan mati buat kami semua.


“Yah, ini bukan hal buruk. Aku rasa aku akan keluar dan berlatih supaya tubuh ini terbiasa.”

“Siap, Master! Semoga saja kita cukup kuat buat menghadapi Gaspard lain kali!”

…Ya. Kita cuma bisa berharap.


◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆


Dalam perjalanan kembali ke area kelas sihir, kami disambut dengan ekspresi terkejut dari Irene, Warren, dan Lylia.


“Aku berharap kamu setidaknya pernah nunjukin cara pakai Limit Breakthrough sekali saja, tahu. Dengan begitu kamu juga bakal jadi lebih kuat.”


Irene berkata dengan nada sarkastik.


“Pochi, aku berharap versi kamu yang sekarang ini ada waktu di Scarlet Devil Wetlands — Nona Lylia pasti jauh lebih terbantu.”


Warren berkata dengan nada sarkastik juga.


“Bodoh banget.”


Lylia berkata… sangat blak-blakan.

Yah, jujur saja, aku tidak bisa membantah satu pun dari mereka.

Tiba-tiba, seorang gadis kecil melompat turun dari atap bangunan di dekat kami.


“Ash!”


Eh, sebenarnya bukan gadis kecil — Melchi, tepatnya.

Aku dengar dari Irene kalau dia adalah teman sekelasnya dulu, bersama Gaston dan Billy. Mengejutkan juga.

Melchi pasti memakai Arcane Energy Circulation Optimizer, sama seperti Irene.

Katanya dia juga meneliti topik yang mirip dengan Irene pada waktu yang hampir bersamaan.


“Ada apa, Mel?”

“Orang gede manggil!”

“Maksudmu Tūs?”


Ngapain dia lagi?

Dia baru saja ada di sini, dan tidak ada alasan kenapa dia tidak bisa pakai Telepathic Call.

Sambil bertanya-tanya, aku berjalan lagi ke arah selatan Eddo.

Tiga orang lainnya ikut juga, mungkin mau melihat bagaimana kami berlatih menyesuaikan diri dengan tubuh kami.

Begitu kami melewati gerbang selatan Eddo, tatapan Pochi dan Lylia berubah.

Warren dan Irene juga kelihatannya menyadarinya.


“Sepi banget di sini.”

“Ini… seperti yang kupikirkan…?”


Warren menjawab untuk memastikan dugaanku,


“Ya. Semua esensi energi sihir di sekitar kita sedang berkumpul ke satu titik.”


Biasanya aku sendiri yang bisa langsung tahu, tapi sekarang, untuk urusan yang berhubungan dengan energi sihir, aku hanya bisa percaya pada rekan-rekanku.

Tapi tetap saja… apa maksud semua ini? Apa hubungannya dengan alasan Tūs memanggilku ke sini?

Tiba-tiba, aku melihat Tūs di kejauhan… dan tubuhku langsung membeku.

Sekilas, dia tampak santai dengan posisi duduk bersila, tapi punggungnya tegak lurus dan pandangannya tertunduk dalam keheningan.

Konsentrasinya terasa sangat kuat.

Energi sihir di dalam dan di sekelilingnya begitu padat sampai-sampai angin pun seolah enggan bertiup ke arahnya — bahkan aku, yang sekarang kehabisan energi sihir, bisa merasakannya.


“Jadi, sudah selesai?”


Tūs bertanya tanpa membuka mata.


“H-hah?”

“Limit Breakthrough. Apa lagi?”

“Ah… iya. Sudah selesai. Kenapa memangnya?”


Begitu jawabanku keluar, Tūs membuka matanya — dan pada saat yang sama, semburan cahaya hijau raksasa meledak ke udara.

Aku belum pernah melihat Tūs bersikap seperti ini sebelumnya. Bahkan saat dia mengujiku sebelum penyusupan ke Kastel Regalia dulu pun, dia tidak pernah sejauh ini.

Wajahnya benar-benar serius, energi sihirnya menegang penuh.

Tekanannya begitu dahsyat sampai tak seorang pun sanggup berbicara.

Kecuali Tūs sendiri.


“Kalau begitu… sepertinya sudah waktunya untuk ujian kelulusanmu…”


Lalu dia menghantamku dengan gelombang niat membunuh yang belum pernah dia perlihatkan sebelumnya.

Post a Comment for "The Principle of a Philosopher Chapter 387"