Grimoire Dorothy Chapter 395
Chapter 395: Pencarian
Conquest Sea, di atas kapal Shimmering Pearl.
Di dek depan pada malam hari, para penumpang berkerumun rapat. Pameran Deep
Blue Heart yang sudah lama dinanti tiba-tiba berubah arah. Tidak ada yang
menyangka bahwa surat peringatan yang tadi siang dianggap lelucon ternyata
benar adanya. Pencuri yang dikenal sebagai K bukan cuma nyata, tapi
benar-benar muncul di pameran sesuai janji, lalu mencuri Deep Blue Heart
yang tak ternilai harganya tepat di depan mata semua orang.
Setelah menyaksikan kemunculan megah Thief K dan aksinya yang elegan saat
mempermainkan para penjaga, penonton langsung meledak dalam kegembiraan.
Ketika Thief K memperlihatkan cahaya asli Deep Blue Heart, terdengar helaan
napas kagum dari berbagai arah. Beberapa orang bahkan tanpa sadar bertepuk
tangan, terpukau oleh kelihaian sang pencuri sekaligus keindahan batu
permata itu yang luar biasa.
Saat haluan kapal tertutup kabut merah gelap, semua orang menjulurkan
leher, berusaha melihat apa yang terjadi di dalam kabut dan bagaimana
pencuri yang berani sekaligus anggun itu akan melarikan diri.
Kabut merah aneh yang menyelimuti haluan seolah memiliki kekuatan
misterius. Meski diterpa angin laut tanpa henti, kabut itu tidak langsung
buyar. Baru setelah beberapa menit, konsentrasi kabut yang tidak wajar itu
perlahan menghilang dengan sendirinya. Ketika kabut akhirnya tersapu angin,
Thief K sudah lenyap dari haluan. Yang tersisa hanya Massimo dan beberapa
pelaut berdiri terpaku di depan patung malaikat, menatap sekitar dengan
bingung.
“Bajingan itu… menghilang? Ke mana dia pergi?!”
Massimo panik. Ia mencari jejak sekecil apa pun dari pencuri yang begitu
berani, tapi tidak menemukan apa-apa. Dalam keputusasaan, ia memerintahkan
para pelaut untuk memeriksa barisan depan penonton. Tetap saja, hasilnya
nihil.
Sementara itu, jauh di belakang dek depan, di dek yang lebih tinggi, Costa
mengamati semuanya dengan pikiran yang tenang dan penuh perhitungan.
Sejak awal, Costa sudah memantau haluan dari struktur atas kapal pesiar.
Dari posisinya yang lebih tinggi, ia bisa melihat dengan jelas bahwa area
yang tertutup kabut merah tidak sampai ke kursi penonton. Artinya, Thief K
tidak mungkin bersembunyi di tengah kerumunan dengan memanfaatkan asap
sebagai penutup. Jika pencuri itu mencoba lari ke arah penonton, Costa pasti
sudah melihatnya saat keluar dari kabut.
Menurut pengamatan Costa, Thief K tidak menyusup ke dalam kerumunan, tidak
kabur melalui lubang di dek, dan tidak ada apa pun yang terbang keluar dari
dalam kabut. Satu-satunya kemungkinan adalah melompat dari haluan langsung
ke laut. Itu satu-satunya jalur mundur yang masuk akal.
“Hmph… Jadi mereka sudah menyiapkan perahu atau alat mistis untuk
memperkuat kemampuan bawah air sebelumnya? Mungkin itu bisa mengecoh orang
biasa. Tapi mengira bisa menipu kami? Konyol.”
Setelah analisis singkat, Costa sampai pada kesimpulan itu. Sebagai
Beyonder jalur Tide Path dan penganut Abyssal Faith, kemampuannya di dalam
air tidak tertandingi.
“Pencuri itu pasti melompat ke laut. Kejar dan tangkap dia!”
“Siap, Tuan!”
Costa memberi perintah dengan tegas. Tiga pelaut di sampingnya langsung
bergerak, berlari ke pagar kapal lalu melompat ke laut tanpa disadari
penonton di depan. Costa sendiri melepas mantel kapten dan topinya sebelum
ikut melompati pagar.
Mereka akan menyisir lautan dan menangkap pencuri yang begitu lancang itu.
Di dalam air, tidak ada Beyonder yang bisa menandingi mereka.
…
“Heh… Jadi mereka benar-benar melompat ke laut untuk mencari…”
Tersembunyi di tengah kerumunan, Dorothy diam-diam merenung sambil
mengamati tindakan Costa melalui sebuah corpse marionette kecil. Setelah
kabut menghilang, Thief K sudah lenyap tanpa jejak. Tidak ada tanda-tanda
terbang, menggali terowongan, atau berbaur kembali dengan penonton.
Satu-satunya kemungkinan yang terlihat masuk akal adalah melompat ke
laut.
“Tapi orang-orang itu tidak akan menemukan apa pun selain ikan. Memang ada
yang ‘melompat’, tapi sebenarnya tidak pernah masuk ke air. Paling banter
mereka cuma dapat beberapa ikan untuk dimasak jadi makan malam
hangat.”
Dorothy menyeringai tipis. Berkat persiapan yang matang, Nephthys sudah
melepas penyamarannya, berganti gaun baru, dan berjalan santai kembali ke
dek. Sementara itu, Deep Blue Heart dan kostum penyamaran Nephthys tersimpan
aman di dalam magic box yang dipegang corpse marionette milik Dorothy, tanpa
risiko terbongkar.
“Sampai tahap ini, operasi Phantom Thief Nephthys bisa dianggap
sukses.”
Senyum di bibir Dorothy makin dalam. Sejak menyadari bahwa Deep Blue Heart,
artefak penting untuk ritual pengorbanan, tidak bisa dilepas dengan mudah,
dia sudah menyusun skema phantom thief untuk memaksa Massimo mengeluarkan
permata itu sendiri.
Inspirasi rencana ini datang dari sebuah anime detektif yang pernah dia
tonton di kehidupan sebelumnya. Dalam cerita itu, seorang phantom thief
berpura-pura mencuri harta agar pemiliknya panik dan menonaktifkan sistem
keamanan, sehingga membuka celah untuk pencurian yang sebenarnya. Untuk
menjalankan rencana semacam ini, langkah pertama adalah menanamkan gagasan
di benak pemilik bahwa hartanya mungkin akan dicuri.
(T/N: Baru sadar kalau K itu singkatan dari Kaito…)
Itulah tujuan surat peringatan dari sang phantom thief. Dengan
mengirimkannya, Dorothy ingin menanamkan sugesti di pikiran Massimo dan
Costa bahwa ada pencuri bernama K yang mengincar Deep Blue Heart. Sekeras
apa pun mereka bersikap meremehkan, di dalam hati mereka kini sudah tahu
bahwa Thief K benar-benar ada.
Karena itu, ketika Dorothy menggunakan Concealment Ring dan konduksi benang
spiritual untuk menyamarkan jejak spiritual permata tersebut, Massimo—yang
melihat catatan di atas permata lewat corpse marionette kecil—langsung
berasumsi bahwa Deep Blue Heart telah ditukar dan buru-buru memeriksanya.
Tanpa priming psikologis dari surat peringatan itu, Massimo mungkin hanya
mengira jejak spiritualnya menghilang akibat anomali tertentu, bukan karena
dicuri.
Bagi Dorothy, surat peringatan sang phantom thief bukan sekadar drama
teatrikal, melainkan taktik psikologis yang krusial. Karena itu, peran
Nephthys sebagai Thief K benar-benar diperlukan.
Sejauh ini, rencana Dorothy berjalan mulus. Deep Blue Heart berhasil
diamankan dan skema para pemuja Abyss berhasil digagalkan, meski ada
beberapa biaya kecil yang harus dibayar.
Costa dan Massimo sama-sama Beyonder jalur Lantern-auxiliary. Saat
bersekongkol, mereka menjaga kemampuan deteksi tetap aktif, memaksa Dorothy
menghabiskan cadangan Shadow sebanyak dua poin untuk menutup deteksi mereka.
Menghantam Massimo dengan Flowing Current Form dan menyelamatkan Nephthys
juga menghabiskan dua poin Stone dan dua poin Revelation.
Pengeluaran terbesar justru berasal dari asap merah gelap itu. Botol kecil
yang digunakan untuk menciptakannya adalah salah satu rampasan perang saat
Dorothy mengalahkan Vampire Claudius, alat penyelamat nyawa yang ia bawa.
Dulu Dorothy mendapatkan dua botol, dan kini tersisa satu setelah digunakan
kali ini.
Selain itu, demi memaksimalkan kemampuan Nephthys, Dorothy secara khusus
meminta Great Shaman Uta untuk melakukan reverse-summon terhadap roh liar
Soulwhisker. Tentu saja ini bukan bantuan cuma-cuma. Shaman suku itu bukan
tipe yang bekerja demi kebaikan bersama. Uta memang pernah membantu Dorothy
untuk melunasi sebuah utang, tetapi kali ini ada harga yang harus
dibayar.
Dorothy meminta Kapak untuk bernegosiasi dengan Uta. Pada akhirnya, mereka
mencapai kesepakatan: 1500 pound dalam bentuk obat-obatan, makanan, senjata,
dan amunisi sebagai imbalan atas bantuan Uta dalam memanggil
Soulwhisker.
Sejak Kapak menjadi tabib Suku Tupa, kondisi kesehatan mereka membaik
drastis. Dengan akses pada teknologi medis maju dari daratan utama, kualitas
hidup suku itu meningkat pesat, sesuatu yang benar-benar mereka
syukuri.
Kapak senang bisa sungguh-sungguh membantu kaumnya. Masalahnya sederhana
dan menyebalkan: mengobati orang butuh obat. Stok pribadinya lama-lama
habis, sehingga ia terpaksa menyamar dan menukar barang-barang suku di
kota-kota koloni demi mendapatkan mata uang untuk membeli persediaan baru.
Suku Tupa sudah lama mengalami kekurangan obat, dengan jalur perdagangan
terbatas dan minimnya mata uang koloni untuk membeli suplai.
Karena itu, tawaran barter berbasis sumber daya dari Dorothy sangat
menggiurkan. Uta ingin meningkatkan kesejahteraan sukunya dan bersedia
membantu asalkan kebutuhan pokok mereka terpenuhi.
Dorothy sudah mengatur agar dana dikirim ke Adèle setelah kapal bersandar.
Ia menugaskan Adèle memanfaatkan koneksi dunia bawah East District untuk
memperoleh barang-barang tersebut dari pasar gelap Tiviane, lalu
menyelundupkannya ke Benua Baru. Untuk jasa itu, Dorothy membayar biaya
layanan sebesar 200 pound.
Total 1700 pound memang terdengar mahal. Namun menurut Dorothy, itu layak.
Kesepakatan ini membuka jalur perdagangan suplai dengan Suku Tupa, yang bisa
dimanfaatkan untuk kerja sama di masa depan, seperti meminta bantuan Uta
menghubungi lebih banyak roh liar atau bahkan suku lain. Biaya yang lebih
tinggi kali ini juga karena kebutuhan mendesak Suku Tupa, dan Dorothy
sengaja membeli ekstra sebagai bentuk itikad baik.
Pengeluaran lain datang dari item penyimpanan Silence yang dibeli Nephthys
sebagai “makanan kucing” untuk Soulwhisker dari Golden Covenant Bank. Karena
tidak tahu seberapa besar nafsu makan roh itu, Nephthys membeli beberapa
item sekaligus, hampir menguras tabungan lebih dari 1000 pound miliknya dari
White Craftsmen’s Guild. Setelah malam Tahun Baru, Dorothy mengganti 1000
pound tersebut, dan sisa “makanan kucing” itu kini berada di tangan Dorothy
dan sudah sepenuhnya dimanfaatkan.
Persediaan kosmetik Nephthys juga terkuras cukup parah. Ia membawa cukup
banyak riasan untuk pelayaran panjang, tetapi penyamaran mengharuskannya
memulas wajah menjadi sangat pucat, menghabiskan produk mahal dalam jumlah
besar, sesuatu yang jelas membuatnya kesal.
Secara keseluruhan, saat ini Dorothy memiliki 3200 pound tunai, dengan
cadangan spiritual sebagai berikut: 7 Chalice, 8 Stone, 5 Shadow, 2 Lantern,
14 Silence, dan 7 Revelation. Dua item penyimpanan Shadow sudah digunakan,
menyisakan lima. Berkat selera makan Soulwhisker yang tidak terlalu besar,
hanya satu dari tiga item Silence yang terpakai, menyisakan dua untuk
penggunaan berikutnya.
“Untungnya, setelah mencapai peringkat White Ash, konsumsi spiritual dari
kemampuan Spiritual Thread Path berkurang drastis. Mengendalikan marionette
para pemabuk untuk mengganggu para pelaut selama lebih dari satu jam hanya
menghabiskan satu poin Chalice. Sebelumnya, itu pasti butuh setidaknya
tiga.”
Dorothy memikirkan hal itu sejenak, lalu mengalihkan perhatiannya pada
langkah berikutnya dari para kultis Abyssal.
“Jika mereka tidak menemukan apa-apa di laut, kemungkinan besar mereka akan
kembali memusatkan pencarian ke kapal. Sebelum pameran dimulai, aku sudah
menyuruh corpse marionette mencuri satu sekoci. Sekarang pasti sudah jauh.
Semoga ketika mereka sadar ada sekoci yang hilang, mereka mengira Thief K
sudah kabur dan tidak lagi berada di kapal.”
“Tentu saja, bisa saja mereka tidak mempercayainya. Jika mereka menolak
percaya bahwa Thief K pergi bersama Deep Blue Heart dan malah menggandakan
upaya pencarian di kapal, situasinya bisa jadi merepotkan.”
Dorothy memperhatikan keributan di geladak. Dia tahu, meskipun pencurian
permata itu sudah menggagalkan ritual, krisisnya belum benar-benar selesai.
Selama para kultis masih menguasai kapal, semua orang di atas kapal tetap
berada dalam bahaya.
“Sekarang, giliran mereka yang bergerak.”
Dorothy menenangkan diri, bersiap untuk putaran berikutnya dari manuver
rahasia melawan Costa dan Massimo.
…
Kemunculan dan lenyapnya Thief K memicu kegaduhan besar di geladak depan.
Para penonton ramai berbisik dan mendorong ke depan, berusaha melihat lokasi
aksi pencurian tadi. Tentu saja Massimo tidak membiarkan situasi itu semakin
kacau. Dia segera mengerahkan kru untuk menggiring para penumpang kembali ke
kabin, lalu memerintahkan penggeledahan seluruh kapal.
Hampir satu jam berlalu tanpa hasil. Dengan wajah muram, Massimo memimpin
para pelaut kultis menuju buritan kapal dan menunggu dalam diam. Tak lama
kemudian, sebuah tangan besar yang basah mencengkeram tepi kapal dari bawah.
Costa yang kuyup memanjat naik, setelah memanjat tiga puluh meter dari
permukaan laut. Di belakangnya, para pelaut yang sama basahnya ikut
menyusul.
“Bagaimana? Kalian menemukan mereka?” tuntut Massimo dengan nada
mendesak.
Costa mengusap kepalanya dengan handuk dan menggeleng.
“Tidak… Kami menyisir perairan sekitar, menyelam hampir delapan ratus meter
ke dalam. Tidak ada jejak siapa pun. Pencuri itu pasti masih ada di kapal.
Entah bagaimana, dia berhasil lolos dari pengawasan kita, meninggalkan
haluan, lalu menyelinap kembali ke dalam kapal.”
Massimo mengernyit.
“Masih di kapal? Tidak masuk akal… Saat aku melakukan pencarian, aku
melihat satu sekoci hilang. Rekannya bisa saja menggunakannya untuk
menjemput di laut. Mungkin mereka punya kemampuan peningkat kecepatan. Saat
asap menghilang, mereka bisa saja sudah jauh pergi.”
Costa langsung menepis dugaan itu.
“Mustahil. Aku sudah menyisir area dalam radius tiga sampai empat mil laut
dengan kecepatan maksimum. Tidak ada sekoci terlihat. Bahkan dengan
kemampuan peningkat kecepatan sekalipun, tidak ada yang bisa mengungguliku
di air. Sekoci yang hilang itu cuma umpan—dibuat agar kita mengira mereka
sudah kabur. Mereka masih di sini. Kalau kita tertipu, berarti kita
kalah.”
Keyakinannya pada superioritasnya di laut begitu mutlak.
“Dilihat dari kemampuan mereka dan cara mereka menyembunyikan jejak
spiritual permata itu, pencuri tersebut adalah Beyonder Shadow Path
peringkat Black Earth atau White Ash. Tikus Shadow di sekoci tanpa layar
tidak mungkin bisa mengalahkanku di laut. Mereka masih di kapal. Dan kita
akan menemukan mereka.”
Dengan kesal, Costa melempar handuknya ke geladak.
Post a Comment for "Grimoire Dorothy Chapter 395"
Post a Comment