Novel Red Shinigami Chapter 307
Bab 307 – Benteng Ketiga
Namun, tidak semua pasukan Kekaisaran Zabeen
tertangkap oleh pergerakan besar Kerajaan Snakes.
Ada beberapa unit kecil
yang berhasil menyeberangi perbatasan
tanpa terdeteksi.
Mereka bergerak dengan berjalan kaki,
menyusuri pegunungan,
bersembunyi dari jalur utama.
Menjelang senja,
mereka menemukan sebuah mata air kecil.
“Baik,”
ujar komandan unit dengan suara pelan.
“Kita istirahat di sini.
Pulihkan tenaga,
lanjutkan besok pagi.”
Keputusan itu terdengar masuk akal.
Lebih dari separuh pasukan tertidur.
Sisanya berjaga.
Namun—
tidak satu pun dari mereka menyadari
bahwa dari kejauhan,
makhluk-makhluk berselimut kamuflase
sedang mendekat.
Para penunggang lari wyvern,
dengan kain kamuflase menutupi tubuh dan tunggangan,
bergerak tanpa suara.
Tidak ada ranting patah.
Tidak ada napas berat.
Hanya jarak yang menyusut.
Panah dilepaskan.
Tanpa aba-aba.
Tanpa suara.
Puluhan anak panah
menembus tubuh prajurit Zabeen
dalam sekejap.
Saat itulah—
barulah mereka menyadari serangan.
“S—serangan musuh!”
Seorang prajurit yang lolos dari panah pertama
berteriak panik.
Itu menjadi
kata terakhirnya.
Prajurit Zabeen roboh satu demi satu.
Yang tertidur terbangun oleh jeritan,
meloncat berdiri,
dan berlari ke arah pepohonan.
Saat seorang dari mereka
mencoba berlindung di balik batang pohon—
sebuah tombak
muncul dari semak di bawahnya.
BLUK.
Tombak itu menembus tenggorokannya.
Darah muncrat.
Tubuhnya ambruk tanpa suara lanjutan.
Komandan unit
berteriak dengan putus asa.
“Di mana musuhnya!?
Kenapa mereka tahu posisi kita!?”
Ia tidak berharap jawaban.
Namun jawaban itu datang.
“Kelihatan jelas dari benteng.”
Komandan membelalak.
“Benteng!?
Tidak ada benteng di dekat sini!
Jangan bohong!”
Suara itu menjawab tenang.
“Kalian saja yang tidak tahu.
Sejak kalian menyeberangi perbatasan,
semuanya terlihat jelas dari atas.”
Itu adalah
kata terakhir
yang didengar sang komandan.
Yang terjadi setelahnya
bukan lagi pertempuran.
Melainkan perburuan.
Pasukan lari wyvern
mengejar prajurit Zabeen yang melarikan diri.
Perbedaan kecepatan
terlalu jauh.
Hanya beberapa orang
yang berhasil lolos.
Sisanya—
ditinggalkan sebagai mayat
di pegunungan.
“Mayor Jenderal Colton,
apakah sudah selesai?”
Ajudannya bertanya pelan.
“Ya,” jawab Colton tenang.
“Hampir semua sudah dibereskan.
Mungkin ada beberapa yang lolos.”
Ia memandang sekeliling.
“Tapi benteng tersembunyi ini
benar-benar bagus.
Kekurangannya cuma satu—
tidak ada air.”
Ia menunjuk ke arah mata air.
“Untung mereka berhenti di sini.”
Lalu ia menoleh ke prajurit di dekatnya.
“Yang masih bernapas,
habisi saja.
Buat mereka tidak kesakitan.”
“Siap.”
“Kalau dipikir-pikir,”
ujar ajudannya,
“menempatkan benteng di puncak gunung
itu gila…
tapi efektif.
Dan teropong jarak jauh itu—
benar-benar tidak masuk akal.”
Colton mendengus kecil.
“Katanya ketemu dari udara.
Teropong itu buatan Pu-sama.
Yang bikin sih dwarf,
tapi idenya milik Baginda.”
Ajudan tersenyum kecut.
“Baginda itu…
sebenarnya manusia, kan?”
Colton meliriknya.
“Kau tanya itu
padahal sudah ikut beliau
sejak masih letnan?”
Ajudan tertawa pelan.
“Ya juga.”
Ia mengangkat bahu.
“Jawabannya jelas.
Dewa Kematian.”
Colton mengangguk.
“Setelah ini,
kita gabung dengan unit pengejar.
Masih ada target lain.”
Ia menatap prajurit yang bekerja cepat.
“Cepatkan.
Malam masih panjang.”
Pada malam itu—
tiga unit penyusup Kekaisaran Zabeen
menghilang dari dunia.
Tanpa laporan.
Tanpa saksi.
Dan tanpa pernah tahu—
bahwa sejak awal,
mereka sudah berada
di bawah tatapan
Benteng Ketiga Kerajaan Snakes.
Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 307"
Post a Comment