Novel Red Shinigami Chapter 285
Bab 285 – Runtuh
“Anak Marquis Gibbs—namanya Kent, ya?”
Patrick berbicara sambil membuka jendela ventilasi kecil di dinding.
“Bangunkan dia. Kita keluar sekarang.”
Jendela itu hanya tiga puluh sentimeter persegi—jelas bukan jalur evakuasi.
Patrick menjulurkan kepala ke luar, menatap langit malam.
Di kegelapan, ia melihat bayangan hitam berputar pelan.
“Persiapan apa?” tanya pelayan dengan gugup.
Patrick menarik kepalanya kembali.
“Ganti pakaian.
Masukkan barang penting ke tas.”
“B—baik!”
Pelayan itu segera membangunkan Kent, menggantikan pakaiannya dengan tangan gemetar.
Patrick kembali ke jendela.
“Puu, ke sini.”
Bayangan di langit menuruni ketinggian.
Kepala Winged Dragon muncul tepat di luar dinding.
“Puu,” kata Patrick singkat,
“hancurkan dinding ini.”
“Gyaa.”
Satu hentakan kaki—
dinding pecah.
Kent dan pelayan menjerit.
Patrick tidak menoleh. Ia menendang puing-puing menjauh, membuka lubang besar.
Suara runtuhan mengguncang bangunan.
Teriakan bermunculan dari berbagai arah.
Patrick mengangkat Kent dan pelayan itu sekaligus, melemparkannya ke keranjang di punggung Puu. Keduanya jatuh dengan jeritan, lalu terdiam—aman di tempatnya.
Patrick meloncat menyusul.
Mendengar langkah kaki mendekat, ia mendecak.
“Kalau panah beterbangan, repot.”
Ia menepuk leher Puu.
“Untuk sementara, hancurkan bagian dalamnya.”
“Gyaa.”
Satu ayunan ekor—
bukan hanya ruangan itu,
lorong di seberangnya ikut hancur.
Bangunan tua—dinding luar bata, dinding dalam kayu—kehilangan penopang.
Atap runtuh.
Jeritan terdengar.
Patrick menyuruh Puu naik dan menatap ke bawah.
Di antara para pelayan yang berlarian keluar,
ia melihat seorang perempuan dan seorang anak dengan pakaian tidur mewah.
“Hmm…
istri Ganache dan anaknya?
Atau menantu dan cucu?”
Patrick menyeringai tipis.
Ia meloncat turun, menyembunyikan keberadaan, lalu menyergap dari belakang.
Dengan satu gerakan, anak itu berada di pelukannya.
“Ibu!” jerit si anak.
“Anthony!” teriak sang ibu.
“Benar istri putra Ganache?”
tanya Patrick datar.
“Lepaskan anakku!
Dasar perampok!”
Ia jelas tidak mengenali wajah Patrick.
“Oh?”
Patrick mendesah.
“Keluarga pengkhianat masih berani berlagak.”
“Aku tidak tahu soal pemberontakan!
Lepaskan!”
“Tidak tahu?”
Patrick menyeringai dingin.
“Kalau begitu hukum tidak ada gunanya.”
“Apa kamu tahu siapa yang kamu hadapi!?
Berani memusuhi keluarga Marquis—”
Patrick memotongnya.
“Dengarkan baik-baik.”
Ia mendekat, membiarkan niat membunuhnya bocor.
“Patrick von Snakes.
Kalau kamu ingin hidup—diam.”
Wajah perempuan itu memucat.
“D—Dewa Kematian…”
“Bagus.”
Patrick menatap anak yang gemetar.
“Nyawamu dan nyawa anakmu akan aku serahkan pada pilihan Ganache.”
Ia menajamkan suara.
“Kalau kamu bergerak—
kalian mati di sini.”
Perempuan itu jatuh pingsan.
Anaknya—terkena teror dari jarak sedekat itu—
mengompol dan pingsan di pelukan Patrick.
Patrick menghela napas pendek.
“Baik.”
Ia menoleh ke langit.
“Sekarang giliranmu memilih, Ganache.”
Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 285"
Post a Comment