Novel Red Shinigami Chapter 284

Bab 284 – Prajurit yang Panik

JJ berlari menyusuri lorong.

Tujuannya jelas—
pos penjagaan para prajurit di kediaman Ganache.

Ia mendobrak pintu dan berteriak tanpa basa-basi.

“SEMUA KABUR!
DEWA KEMATIAN SUDAH DATANG!!”

Ruangan itu membeku sesaat.

““““Hah? Serius!?””””

Beberapa prajurit yang pernah melihat Patrick secara langsung
langsung pucat.
Sementara prajurit Ganache lainnya
hanya menatap kosong—
mereka tahu rumor,
tapi tidak pernah benar-benar memahaminya.

JJ tidak peduli.

“Aku dapat kesempatan hidup!”
teriaknya cepat.
“Kalau menyerah ke Angkatan Kedua atau Angkatan Kedelapan,
dia tidak akan membunuh kalian!
Kalian semua tahu sendiri—
melawan Dewa Kematian itu
sama saja menantang dewa dengan jarum jahit!”

Ia menunjuk dadanya sendiri.

“Aku tidak mau mati!
Aku akan menyerah!
Yang mau mati, silakan jaga rumah ini!
Yang mau hidup—
lari sekarang!”

Seorang prajurit Ganache maju dengan marah.

“Bajingan!
Kau mau desersi!?”

Ia mencoba menarik JJ—

“DIAM!”

BUK!

Tinju JJ menghantam wajahnya dengan seluruh tenaga.

Prajurit itu ambruk.

JJ tidak berhenti.
Ia menendang perutnya sekali lagi
hingga benar-benar tak bergerak.

Ia lalu menatap tajam prajurit lain.

“Kalau ada yang menghalangi,
lakukan hal yang sama!
Kita tidak punya waktu!
Aku diberi 15 menit—
dan lebih dari satu menit sudah habis!
Sekarang sisa 13 menit!”

Ia menunjuk pintu.

“Sebarkan ini!
Kalau ada yang ingin kalian selamatkan—
lakukan sekarang!”

Tanpa menunggu jawaban,
JJ berlari keluar ruangan
menuju prajurit di luar.

Ruangan itu langsung kacau.

“Aku menyerah!”
teriak seseorang.
“Strategi apaan!?
Rumah ini sudah ditembus!”

“Tidak mau!
Aku tidak mau satu atap dengan Dewa Kematian!”

“Eh…
aku sudah janji nikah sama salah satu pelayan di sini—”

“Bodoh!
Bawa saja kabur!”

PLAK!

Tamparan keras mendarat di kepala si pembicara.

“Masih sempat mikir begitu!?
Kalau lambat,
kita semua mati!
GERAK!”

Dan seketika itu juga,
seluruh prajurit di ruangan tersebut
berhamburan lari.

◇◇◇

Sementara itu—

di dalam kediaman yang sama,
di lorong yang jauh lebih tenang—

Patrick menggoyang bahu pelayan wanita yang tertidur.

“Bangun,” katanya pelan.

Pelayan itu terjaga setengah sadar
dan menatap wajah Patrick dengan bingung.

“Eh… siapa…?”

“Aku datang untuk menolongmu.”

Pelayan itu berkedip beberapa kali.

“Siapa…?”

“Patrick von Snakes.
Bangsa bangsawan pihak Putra Mahkota.”

Sekejap kemudian—

pelayan itu tersentak sadar sepenuhnya,
langsung berdiri dan menunduk dalam-dalam.

“S-Snakes-henkyōhaku-dono!
Mohon ampun atas ketidaksopananku!”

Patrick mengangkat tangan.

“Tenang.
Sekarang dengarkan baik-baik.”

Di luar,
teriakan dan langkah kaki semakin riuh.

Di dalam,
waktu terus berjalan.

Post a Comment for "Novel Red Shinigami Chapter 284"