Grimoire Dorothy Chapter 20
Bab 20: Perdagangan
Ruang bawah tanah remang itu resmi menjadi panggung pertemuan begitu tuan rumahnya, Sir Grayhill, membuka acara. Peserta bergiliran bicara searah jarum jam dari sisi kanannya.
Yang pertama maju adalah seorang wanita berjubah ungu tua. Dari balik lengannya yang kurus kering, ia mengeluarkan sebuah kotak kecil ke atas meja. Begitu dibuka, tampak serpihan kering berwarna kuning pucat.
“Seperti biasa, hadirin sekalian, inilah nightshade grass yang kusediakan. Sudah kuolah menjadi bubuk obat kering. Kali ini, aku membawa seratus gram. Bisa untuk meracik Serenity Incense demi memperdalam meditasi, atau diseduh jadi teh untuk menetralkan racun kognitif—efeknya terbukti ampuh.” Suaranya parau, lalu ia mengangkat tiga jari.
“Seperti biasa, lima gram untuk satu pound. Minimal pembelian sepuluh gram. Jika ingin barter, silakan ajukan barangnya. Nilainya akan dinilai langsung oleh Tuan Grayhill.”
Dorothy nyaris tersedak oleh tawaran itu.
Lima gram satu pound?! Itu mahal gila!
Bagi petani, pendapatan setahun saja hanya delapan atau sembilan pound. Buruh mungkin tiga belas atau empat belas. Jual minimal sepuluh gram? Itu sama saja merampok!
Dorothy mengira tak ada yang sudi membeli. Namun ternyata, tangan segera terangkat.
“Aku ambil delapan puluh gram, Nyonya Willow,” ucap seorang pria bersetelan jas dengan topi tinggi dan topeng.
Si nenek terkekeh puas.
“Tentu, Tuan Shepherd. Bagian terbesar memang pantas jadi milik Anda…”
Dengan timbangan kuningan kecil, ia mengukur bubuk itu, membungkusnya dalam kertas kuning bertali jerami, lalu mendorongnya ke arah pria bertopeng.
“Tersisa dua puluh gram. Ada peminat lain?”
Seruan langsung terdengar.
“Aku lima gram!”
“Sepuluh gram untukku, Nyonya Willow!”
“Aku juga!”
Dorothy terperangah melihat bubuk selangit harganya itu langsung ludes, bahkan banyak yang tak kebagian. Untuk pertama kali, ia benar-benar menyadari betapa berharganya benda mistik di dunia ini.
Pertemuan berlanjut. Satu per satu peserta memperlihatkan barang: ada yang menjual, ada yang mencari, ada pula yang sekadar berbagi informasi.
Perdagangan menjadi inti pertemuan—kadang dengan uang, kadang dengan barter. Untuk barter, Grayhill sendiri yang menilai harga, memperlihatkan betapa luas pengetahuannya.
Harganya mencengangkan. Dari beberapa pound, puluhan, bahkan sampai ratusan. Sebuah ornamen emas dengan jejak esensi “Lentera” laku seratus pound! Dibanding itu, harga awal si nenek malah tampak wajar. Dorothy hanya bisa melongo.
Astaga… hanya sepotong kecil benda mistik bisa semahal itu? Dua atau tiga saja sudah cukup untuk membeli rumah di kota…
Ia menatap mereka yang dengan percaya diri menawar, dan menyadari: menekuni ranah di balik dunia bukan jalan murah. Hanya orang yang punya sumber daya melimpah yang bisa melangkah lebih jauh.
Mungkin kebanyakan dari mereka ini tokoh berpengaruh di masyarakat… pikir Dorothy sambil mengamati transaksi selesai satu demi satu.
Beberapa barang membuatnya tergoda—ramuan untuk penglihatan malam sementara, atau dupa untuk berjaga tanpa mengantuk. Tapi harganya jauh di luar jangkauannya.
Uang Dorothy berasal dari hasil rampasan dari Edrick: total tiga puluh lima pound. Lima belas sudah habis untuk ongkos angkut dan simpan boneka mayat, sisanya hanya dua puluh. Cukup untuk hidup nyaman di masyarakat biasa, tapi jelas tak ada apa-apanya di pasar rahasia ini.
Baru sadar betapa miskinnya aku kalau sudah seperti ini…
Sepanjang pertemuan, Dorothy tetap diam, hanya menonton. Hingga sesi hampir berakhir, ia belum menemukan apa yang benar-benar ia butuhkan.
Namun ketika pembicara terakhir selesai, ruangan mendadak hening. Semua mata serempak menoleh ke ujung meja bundar—tempat Grayhill duduk.
Hm? Apa ini? Menunggu sang pemimpin menutup acara?
Grayhill berdeham. Seorang pelayan bertopeng maju membawa sebuah kotak.
“Karena semua sudah selesai, giliran saya menutup. Kali ini, aku membawa sebuah buku mistik,” ucap Grayhill tenang.
Dorothy seketika duduk lebih tegak, matanya berbinar.
Grayhill juga ikut berdagang? Dan yang ia bawa buku mistik?!
Pelayan meletakkan kotak di depannya. Grayhill membukanya, mengangkat sebuah buku tipis tua.
“Buku ini berjudul Catatan Sang Pencari Mimpi. Panduan untuk menguasai kendali atas mimpi—belajar memasuki mimpi dengan sadar.”
Ucapan itu tak terlalu memicu reaksi. Bahkan Dorothy sendiri tidak begitu terkesan. Lucid dreaming bukan hal asing baginya.
Tapi Grayhill melanjutkan, suaranya berat menggema.
“Selain mengendalikan mimpi, buku ini mengajarkan cara menembus Dreamscape lewat mimpi. Bagi yang belum tahu, Dreamscape adalah alam mimpi bersama semua makhluk berakal. Sebuah ranah dalam, penuh keajaiban tak terbayangkan, pengetahuan tersembunyi, dan arwah Beyonder tak terhitung. Bahkan dewa-dewa pernah meninggalkan jejak di sana. Ranah itu berbahaya… namun juga penuh peluang.”
Ia mengembalikan buku ke dalam kotak, lalu bersandar di kursinya. Tatapan dari balik topeng batu seolah menantang seluruh ruangan.
“Bagi bahkan Beyonder berpengalaman, menjelajah Dreamscape adalah keharusan. Untuk kalian semua… harga buku ini adalah lima ratus pound.”
Post a Comment for "Grimoire Dorothy Chapter 20"
Post a Comment